Home / Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:24 WIB

Perkuat Fondasi, Satgas Kodim 0108/Agara, Kodim 0102/Pidie Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Lawe Ger-Ger

REDAKSI

Personel TNI dari Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara dan Yon TP 855/RD bersama masyarakat bergotong royong memasang rangka besi tulangan pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Kamis (30/7/2026).

Personel TNI dari Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara dan Yon TP 855/RD bersama masyarakat bergotong royong memasang rangka besi tulangan pondasi Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Kamis (30/7/2026).

Aceh Tenggara – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan terus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan. Satgas Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama personel Yon TP 855/RD dan masyarakat terus mempercepat proses pembangunan jembatan gantung yang berada di Desa Lawe Ger-Ger, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

Memasuki tahapan penting pembangunan struktur utama, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan pemasangan rangka besi tulangan pondasi dasar yang selanjutnya akan dilakukan pengecoran sebagai penyangga utama konstruksi jembatan, Kamis (30/07/2026).

Sejak pagi, personel Satgas bersama warga telah berada di lokasi untuk mengerjakan pemasangan dan penyusunan besi tulangan pondasi. Pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat gotong royong, mulai dari menyiapkan material, menata besi sesuai ukuran dan posisi yang telah ditentukan, melakukan pengikatan pada setiap sambungan, hingga memastikan rangka pondasi berada pada posisi yang tepat sebelum memasuki tahap pengecoran.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan jembatan karena pondasi merupakan elemen utama yang akan menopang beban dan menjaga kestabilan struktur jembatan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, setiap pekerjaan dilaksanakan secara cermat dan teliti dengan memperhatikan ketepatan ukuran, kekuatan ikatan besi, posisi rangka, serta kondisi medan di sekitar lokasi pembangunan.

Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan bahwa seluruh tahapan pembangunan mendapat pengawasan dan pendampingan dari personel yang berada di lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, memperhatikan aspek keselamatan, serta menghasilkan konstruksi yang kuat dan berkualitas.

“Pemasangan rangka besi pondasi merupakan salah satu tahapan yang sangat penting karena menjadi dasar kekuatan seluruh struktur jembatan. Karena itu, proses pengerjaannya kami lakukan secara bertahap dan penuh ketelitian, mulai dari penyusunan besi tulangan, pengikatan setiap sambungan, hingga pengecekan kembali sebelum dilakukan pengecoran,” ujar Peltu Jumadin Selian.

Baca Juga :  Pangdam IM tinjau penanganan pasca bencana alam banjir bandang di Aceh Tamiang

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut tidak hanya berorientasi pada percepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga mengutamakan kualitas dan keamanan hasil konstruksi. Setiap tahapan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab agar jembatan yang nantinya digunakan oleh masyarakat benar-benar mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Seluruh personel bekerja dengan penuh tanggung jawab agar pembangunan jembatan ini berjalan sesuai target. Kami mengutamakan kualitas pekerjaan karena jembatan ini nantinya akan digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang. Faktor keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama selama proses pembangunan berlangsung,” tegasnya.

Peltu Jumadin Selian menambahkan, pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya infrastruktur dasar yang memiliki hubungan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Pembangunan jembatan di Desa Lawe Ger-Ger dinilai memiliki arti penting bagi warga karena selama ini kondisi geografis dan keberadaan aliran sungai menjadi salah satu kendala dalam mobilitas masyarakat. Dengan hadirnya jembatan yang representatif, akses masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.

Tidak hanya sebagai sarana penghubung antarwilayah, keberadaan jembatan tersebut nantinya juga diharapkan dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, pengangkutan hasil pertanian, aktivitas perdagangan, serta mobilitas anak-anak menuju sekolah.

Bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perkebunan, kemudahan akses transportasi juga memiliki nilai strategis. Jembatan yang kokoh dapat memangkas waktu tempuh dan mempermudah proses membawa hasil kebun maupun hasil pertanian menuju lokasi pengumpulan atau pasar, sehingga secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan produktivitas dan perekonomian warga.

Baca Juga :  Kapolda Panen 24,5 Ton Jagung pada Kuartal III di Aceh Jaya

Di tengah berlangsungnya proses pembangunan, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus terlihat. Warga secara sukarela turut membantu berbagai pekerjaan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur akan semakin kuat ketika dikerjakan dengan semangat kebersamaan.

Sinergi antara personel Kodim 0108/Aceh Tenggara, personel Yon TP 855/RD dan masyarakat juga menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat pembangunan. Tidak hanya tenaga, kebersamaan di lapangan turut menciptakan suasana kerja yang solid, penuh kekeluargaan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh rangkaian pekerjaan konstruksi selesai. Setiap tahapan akan tetap mengedepankan ketepatan teknis, kualitas material, ketelitian pengerjaan, serta keselamatan personel dan masyarakat yang terlibat.

Diharapkan, setelah seluruh proses pembangunan rampung, jembatan tersebut dapat menjadi sarana penghubung yang aman, kuat, dan nyaman bagi masyarakat Desa Lawe Ger-Ger serta warga dari desa-desa di sekitarnya. Keberadaan jembatan juga diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap berbagai fasilitas pelayanan publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Lebih jauh, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Ketambe. Akses yang semakin mudah dapat membuka peluang bagi berkembangnya kegiatan ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung interaksi sosial masyarakat antardesa.

Baca Juga :  Posko Relawan di Aceh Tamiang Diteror Bangkai Anjing, Relawan Tetap Fokus Bantu Korban Banjir

Salah seorang warga Desa Lawe Ger-Ger, Iskandar (52), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas pembangunan jembatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan jembatan sangat dinantikan masyarakat karena selama ini warga kerap menghadapi kendala ketika harus melintasi sungai, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0108/Aceh Tenggara dan seluruh personel yang bekerja tanpa mengenal lelah membangun jembatan ini. Pembangunan ini sangat kami nantikan karena akan mempermudah aktivitas masyarakat, mulai dari pergi ke kebun, mengangkut hasil panen, hingga anak-anak yang berangkat ke sekolah,” ungkap Iskandar.

Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar dan diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan sehingga masyarakat segera dapat memanfaatkan jembatan tersebut.

“Semoga pembangunannya berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan jembatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat,” harapnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Lawe Ger-Ger menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan pertahanan, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membantu mengatasi berbagai kebutuhan masyarakat melalui pembangunan dan pengabdian di wilayah.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang terus terjaga antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat berjalan optimal hingga selesai. Pada akhirnya, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi penghubung harapan, aktivitas, dan peluang baru bagi masyarakat Desa Lawe Ger-Ger dan wilayah sekitarnya menuju akses kehidupan yang lebih mudah dan kesejahteraan yang semakin baik.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Prajurit Korban Kebakaran Asrama Gajah-II Kodim 0104/Aceh Timur

Daerah

Empat Program Prioritas Dinas Dayah Aceh Digenjot, Muhsin: Perkuat Kualitas dan Kemandirian Dayah

Daerah

Ibu Gubernur Aceh Lepas 3 Truk Bantuan Dinsos Aceh ke Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

Daerah

Khadam Indonesia: “Nuga-Nuga Melukis Sejarah Bangun Masa Depan”

Daerah

Warga Leupung Hidupkan KDKMP dengan Ragam Kegiatan Sosial dan Religi

Daerah

Sekda Pimpin Rapat Rencana Operasional Angkutan Laut Luar Negeri Lintas

Daerah

Tim SDM Polres Lhokseumawe Gelar Trauma Healing untuk Anak-anak di Riseh Teungoh

Daerah

Posko Relawan di Aceh Tamiang Diteror Bangkai Anjing, Relawan Tetap Fokus Bantu Korban Banjir