Home / Olahraga

Selasa, 29 September 2026 - 10:06 WIB

PERSIRAJA BANDA ACEH: Muhammad Ridwan Hadapi Tantangan Berat di Debut Bersama Laskar Rencong

REDAKSI

Muhammad Ridwan langsung hadapi tantangan berat setelah dipercaya tangani Persiraja Banda Aceh.

Muhammad Ridwan langsung hadapi tantangan berat setelah dipercaya tangani Persiraja Banda Aceh.

BANDA ACEH — Muhammad Ridwan langsung dihadapkan pada tantangan berat setelah dipercaya menangani Persiraja Banda Aceh. Pelatih anyar Laskar Rencong itu hanya memiliki waktu singkat untuk mempersiapkan tim menghadapi Sumsel United dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/27.

Pertandingan Persiraja kontra Sumsel United dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026. Laga tersebut menjadi debut Ridwan bersama Persiraja setelah kesepakatan dengan manajemen tercapai dalam waktu relatif singkat.

Ridwan mengaku bersyukur sekaligus merasa terhormat mendapat kepercayaan menangani Persiraja. Menurutnya, proses komunikasi dengan manajemen berlangsung singkat, tetapi dilakukan secara serius hingga akhirnya menghasilkan kesepakatan.

“Yang pertama, saya merasa bersyukur. Saya bersyukur, saya merasa terhormat untuk bisa ada di sini. Saya mengapresiasi apa yang dikomunikasikan, apa yang ditawarkan kepada saya,” kata Muhammad Ridwan di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh, Senin, 28 September 2026.

Ia mengatakan tawaran menangani Persiraja datang pada Jumat. Meski waktu yang tersedia tidak banyak, komunikasi bersama manajemen terus dilakukan hingga kedua pihak mencapai kesepakatan.

Baca Juga :  Timnas U22 Indonesia Gagal ke Semifinal SEA Games 2025, Harapan Medali Emas Indonesia Pupus

“Saya melihat Persiraja ini adalah tim yang baik, tim tradisional yang punya basis pendukung yang bagus, tim yang bagus,” ujarnya.

Kesan Masa Lalu dan Potensi Skuad

Keputusan Ridwan menerima tawaran tersebut juga dipengaruhi pengalamannya ketika masih aktif sebagai pemain. Ia pernah menghadapi Persiraja di Banda Aceh saat memperkuat Garudayaksa.

Ridwan mengingat pertandingan tersebut sebagai laga yang membuat timnya harus bekerja keras untuk membawa pulang satu poin. Pengalaman itu menjadi salah satu kesan yang melekat dalam pandangannya terhadap Persiraja.

“Maka, impresi waktu pertama datang ke sini itu yang melekatkan saya bahwa Persiraja adalah tim yang sangat baik. Maka saya terima tawaran itu,” katanya.

Meski demikian, Ridwan mengaku tidak serta-merta menerima tawaran tersebut. Ia terlebih dahulu melihat kondisi skuad dan mengevaluasi sejumlah pertandingan yang telah dilalui Persiraja.

Baca Juga :  Pertandingan Olahraga Tradisional Digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh

“Saya perlu melihat dulu bagaimana skuad saya. Saya melihat beberapa pertandingan yang sudah dijalani dan saya melihat bahwa Persiraja mempunyai skuad yang bisa bersaing,” jelasnya.

Ridwan melihat Persiraja memiliki sejumlah pemain dengan talenta yang dapat dikembangkan. Ia berharap potensi tersebut bisa menjadi modal untuk memperbaiki performa tim sekaligus mengejar prestasi yang lebih baik.

“Beberapa talenta-talenta sangat baik dan saya yakin ke depan kita bisa bekerja sama-sama, kita bisa membawa prestasi yang lebih baik lagi, insya Allah,” ujarnya.

Situasi Kurang Ideal dan Tekanan Tim

Namun, pekerjaan Ridwan tidak dimulai dalam situasi ideal. Persiraja datang ke pertandingan berikutnya dengan modal tiga kekalahan beruntun. Menurut Ridwan, rentetan hasil tersebut turut memengaruhi kondisi psikologis skuad yang kini ditanganinya.

“Skuad pemain ini kan kondisinya tidak baik-baik saja, tiga kali kalah dan ini mungkin jarang terjadi di Persiraja,” katanya.

Baca Juga :  Laga Sengit Carlos Cup 2026, PT SBA FC Tundukkan DPRK Aceh Besar 2-1  

Situasi tersebut semakin menantang karena Ridwan tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pembenahan. Setelah resmi bergabung, ia harus segera mempersiapkan tim menghadapi Sumsel United.

“Sebagai pelatih, mungkin datang tidak diharapkan, membuat apa yang akan kita lakukan di depan, apalagi kita hanya punya waktu beberapa hari untuk pertandingan selanjutnya,” ujarnya.

Ridwan juga menyadari tekanan yang kini dirasakan para pemain setelah tiga hasil buruk secara beruntun. Namun, ia mengaku tidak asing dengan situasi tersebut karena pernah mengalaminya, baik ketika masih menjadi pemain maupun saat menjalani karier sebagai pelatih.

“Memang, kondisi seperti ini memang kondisi yang kurang ideal untuk kita semua. Saya pernah mengalami kondisi seperti ini, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Jadi, saya tahu rasanya,” kata dia.

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Sabet 18 Medali Emas, Ketua KONI Aceh Besar Apresiasi Tim Dayung

Olahraga

DPRK Banda Aceh Runner-up Trofeo Mini 2026, Pererat Silaturrahmi dengan PLN dan Skull Persiraja

Berita

Ayun Rivani Terpilih Sebagai Ketua Takraw Kabupaten Aceh Besar Periode 2025 – 2029

Olahraga

Panggung COTA Membara: Dominasi Marquez vs Konsistensi Aprilia di MotoGP Amerika 2026

Aceh Besar

Kadisparpora Abdullah Dorong Pembinaan Atlet Tinju di Aceh Besar

Olahraga

Dua Petinju Aceh Besar Sumbang Perunggu di Kejuaraan Tinju Antar Bangsa ke-36

Olahraga

Polri Bersama Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026, Perkuat Sinergi Polri dan Media

Olahraga

Polwan Polda Aceh Raih Juara II Presisi Beregu dalam Kejuaraan Menembak Kapolri Cup 2025