Banda Aceh – Komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di Aceh kembali ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthala Murthalamuddin. Ia turun langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan proses pengawasan dan evaluasi berjalan dengan baik, bukan sekadar formalitas administratif.
Kehadiran Murthala di lingkungan sekolah menjadi pesan kuat bahwa pengawasan pendidikan harus dilakukan secara nyata, objektif, dan penuh tanggung jawab. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap proses monitoring serta evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Pengawasan tidak boleh hanya menjadi rutinitas tahunan atau sekadar laporan di atas kertas. Kita harus hadir, melihat langsung, mendengar aspirasi guru dan siswa, serta memastikan semua berjalan sesuai standar dan harapan,” tegasnya di hadapan para kepala sekolah dan dewan guru.
Menurutnya, sekolah yang hebat tidak lahir secara instan. Dibutuhkan sistem pengawasan yang amanah, transparan, serta kepedulian nyata dari seluruh unsur pendidikan—mulai dari dinas, pengawas, kepala sekolah, hingga tenaga pendidik.
Murthala juga mengingatkan bahwa integritas menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan. Evaluasi yang dilakukan secara jujur akan melahirkan perbaikan yang tepat sasaran. Sebaliknya, jika pengawasan hanya bersifat formalitas, maka berbagai persoalan di sekolah tidak akan terselesaikan secara maksimal.
Dalam kunjungannya, ia berdialog langsung dengan guru dan tenaga kependidikan untuk mendengar tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mulai dari persoalan administrasi, sarana prasarana, hingga penguatan kualitas pembelajaran menjadi bagian dari pembahasan. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif antara Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala sebagai bagian dari budaya kerja. Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan setiap program berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
“Menjaga sekolah bukan hanya tugas struktural, tetapi komitmen moral kita bersama untuk masa depan generasi Aceh yang lebih gemilang,” ujarnya.(13/2/2026).
Langkah turun langsung ke sekolah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman. Dengan pengawasan yang amanah dan evaluasi yang konsisten, diharapkan kualitas pendidikan di Aceh semakin meningkat serta mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing.
Semangat bergerak bersama dan memperkuat sinergi menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan Aceh yang lebih maju. Karena pada akhirnya, investasi terbaik untuk masa depan daerah adalah pendidikan yang berkualitas dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.(**)
Editor: Dahlan









