Aceh Tamiang – Posko relawan dari Masjid Nurul ‘Ashri Yogyakarta yang berlokasi di wilayah Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang, diduga mendapat aksi teror berupa bangkai anjing yang dibungkus plastik dan diletakkan di depan area posko, Senin (23/2) pagi. Peristiwa tersebut terjadi di tengah aktivitas relawan yang sedang menjalankan misi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak banjir.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bangkai hewan tersebut pertama kali ditemukan oleh para relawan sekitar 40 menit setelah tim membersihkan dan membuang sampah di sekitar lokasi posko. Bau menyengat yang muncul secara tiba-tiba membuat relawan melakukan pengecekan di area sekitar peralatan kerja dan kendaraan operasional.
Penanggung jawab relawan, Satrio Widiantoro, menjelaskan bahwa saat ditelusuri sumber bau tersebut, tim menemukan sebuah plastik merah yang mencurigakan berada di dekat alat berat dan kendaraan relawan yang terparkir. Setelah dibuka, relawan terkejut karena di dalamnya terdapat bangkai anjing tanpa kepala.
“Awalnya kami mencium bau tidak sedap di sekitar kendaraan. Setelah diperiksa, ternyata ada plastik merah berisi bangkai anjing. Kami menduga ini bentuk intimidasi terhadap kegiatan relawan,” ujarnya.
Meski demikian, para relawan memilih untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh situasi tersebut. Bangkai hewan itu sementara masih diletakkan di lokasi awal dengan tambahan pembungkus untuk mengurangi bau, sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kejadian ini pun telah dilaporkan dan mendapat respons dari aparat kepolisian. Pihak Polres Aceh Tamiang disebut telah menghubungi relawan untuk mengumpulkan informasi awal serta melakukan penyelidikan terkait dugaan aksi teror tersebut.
Di tengah situasi yang kurang nyaman, para relawan tetap menunjukkan komitmen kuat untuk melanjutkan misi kemanusiaan. Mereka menegaskan bahwa kegiatan pemulihan pascabanjir, mulai dari pembersihan lingkungan, distribusi bantuan, hingga pendampingan masyarakat, akan terus dilakukan.
Relawan yang datang dari Yogyakarta tersebut menyatakan bahwa tujuan utama mereka adalah membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, sehingga tindakan intimidasi apa pun tidak akan menyurutkan semangat pengabdian.
Sejak beberapa hari terakhir, posko relawan aktif melakukan berbagai kegiatan sosial di sejumlah titik terdampak banjir di Aceh Tamiang. Kehadiran relawan lintas daerah ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Para relawan berharap situasi tetap kondusif agar kegiatan kemanusiaan dapat berjalan lancar dan aman. Mereka juga mengajak semua pihak untuk menjaga solidaritas serta menghormati upaya bantuan yang sedang dilakukan untuk masyarakat terdampak.(**)
Editor: Dahlan













