Home / Daerah

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:16 WIB

Pria di Aceh Timur Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit, Diduga Depresi Usai Perceraian

Redaksi

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya seorang pria meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (21/2/2026).

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya seorang pria meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (21/2/2026).

Aceh Timur – Kabut duka menyelimuti warga Dusun Buket Panjang, Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, setelah seorang pria berinisial SG (54) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit pada Sabtu pagi (21/2/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Banda Alam, tepatnya di perkebunan sawit yang berjarak sekitar 150 meter dari permukiman warga Dusun Buket Panjang, Desa Panton Rayeuk T. Korban diketahui merupakan seorang wiraswasta yang cukup dikenal oleh masyarakat setempat.

Menurut informasi yang dihimpun, jenazah SG pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 07.00 WIB. Warga yang hendak beraktivitas di kebun sawit terkejut melihat korban dalam kondisi tidak bernyawa. Penemuan tersebut langsung mengundang perhatian masyarakat dan dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga :  Abu Len Berpulang, IWATAN Berduka

Mendapatkan laporan tersebut, aparat dari Polres Aceh Timur bersama personel Polsek setempat segera turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Banda Alam Ipda Asdy Suhendra memimpin langsung proses pengamanan lokasi serta pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

Tidak Ditemukan Unsur Kekerasan

Berdasarkan hasil identifikasi awal yang dilakukan tim Inafis Sat Reskrim, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tim identifikasi telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan pada tubuh korban,” ujar Kapolsek Banda Alam.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal dan Wali Nanggroe Serahkan Aset kepada Keluarga Laksamana Keumalahayati

Pihak kepolisian kemudian melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari keluarga korban dan sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Diduga Dipicu Tekanan Psikologis

Dari hasil keterangan keluarga, korban diduga mengalami tekanan mental yang cukup berat setelah resmi bercerai sehari sebelum kejadian, yakni pada Jumat (20/2/2026).

Keluarga menyebutkan bahwa korban terlihat sangat terpukul dan menunjukkan perubahan sikap dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi emosional tersebut diduga menjadi faktor utama yang mendorong korban mengambil keputusan tragis.

“Keluarga menyampaikan bahwa almarhum tampak frustrasi dan sangat terpukul atas perpisahan rumah tangganya,” jelas Kapolsek.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap memastikan bahwa proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam kejadian tersebut.

Baca Juga :  Heroik, Babinsa Kodim 0111/Bireun Evakuasi lansia Pasca Bencana Banjir di Bireuen 

Keluarga Tolak Otopsi

Setelah proses identifikasi selesai, keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Pernyataan tersebut disertai surat resmi kepada pihak kepolisian.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh keluarga.

Situasi di Desa Panton Rayeuk T dilaporkan telah kembali kondusif. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis keluarga maupun lingkungan sekitar, terutama ketika menghadapi masalah berat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting dalam membantu seseorang melewati tekanan hidup.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Korban Longsor Aceh Tengah Ditemukan, Total Korban Meninggal Capai 561 Orang

Daerah

Puncak Arus Balik, Pangdam IM Imbau Masyarakat Utamakan Keselamatan

Daerah

Kapolres Aceh Tamiang: Sampaikan Aspirasi dengan Santun dan Jangan Anarkis

Daerah

Wakil Bupati Bireuen Terima Mahasiswa Universitas Almuslim untuk KKM di 12 Kecamatan

Daerah

Ruang Lingkup Rayakan 2 Tahun dengan Membangun Semangat dan Solidaritas di RSAN

Daerah

KPA bersama Muspika Tangse Gelar Silaturahmi Kebangsaan: Kawal Pembangunan, Merawat Damai dalam Bingkai NKRI

Daerah

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

Daerah

Mahasiswa STIK Polri Gelar Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor di Pidie Jaya