Home / Pemerintah

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:20 WIB

Program MBG di Aceh Habiskan Rp17 Miliar Lebih per Hari

Redaksi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (P) Sony Sonjaya, menyampaikan paparan terkait anggaran dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh saat rapat konsolidasi di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (P) Sony Sonjaya, menyampaikan paparan terkait anggaran dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aceh saat rapat konsolidasi di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Banda Aceh — Pemerintah pusat mengucurkan anggaran sekitar Rp17 miliar lebih setiap hari untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Aceh. Anggaran besar tersebut dialokasikan guna menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya balita, ibu hamil, dan anak sekolah, sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting dan malnutrisi.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (P) Sony Sonjaya, saat menghadiri rapat konsolidasi tata kelola Program MBG di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Sony menjelaskan, pelaksanaan Program MBG di Aceh melibatkan 553 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Jumlah penerima manfaat MBG di Aceh mencapai sekitar 1,7 juta orang.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah

“Jika indeks rata-rata kita tetapkan Rp10 ribu per porsi, maka anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk Aceh mencapai sekitar Rp17.179.800.000 per hari,” ujar Sony.

Menurutnya, Program MBG merupakan program strategis nasional yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Meski demikian, Sony mengingatkan agar besarnya anggaran negara yang digelontorkan tidak habis tanpa memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat lokal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, serta peternak lokal sebagai pemasok utama bahan baku makanan dalam Program MBG.

Baca Juga :  Bahas Syariat Islam, MPU Silaturahmi dengan Wali Kota Banda Aceh

“Satgas MBG harus memastikan rantai pasok lokal diperkuat. Kalau menunya telur di satu kabupaten, pertanyaannya telur itu dari mana? Ini penting supaya uang negara benar-benar berputar di daerah dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Sony menilai, keterlibatan pelaku usaha lokal akan menciptakan efek ganda, tidak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku UMKM.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menyatakan bahwa Program MBG memiliki manfaat yang sangat luas dan strategis. Selain berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, program ini juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta penguatan sektor UKM dan UMKM di Aceh.

Baca Juga :  Dukung Aksi dan KKP HAM, Biro Hukum Setda Aceh Terima Penghargaan Kanwilkumham Aceh

“Program ini harus kita dukung bersama. Banyak manfaat yang dirasakan, termasuk penyerapan tenaga kerja serta penguatan UKM dan UMKM. Program ini patut kita dukung bersama agar berjalan sesuai dengan harapan,” ujar Marzuki.

Kapolda Aceh menegaskan, jajaran kepolisian siap mendukung pengawasan dan pengamanan pelaksanaan Program MBG agar berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui sinergi lintas sektor, Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan manusia dan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Anggota DPRA Bunda Salma Dorong BUMD Aceh Tingkatkan Kontribusi PAD

Aceh Besar

Plt Sekda Aceh Besar Lantik 3 Pejabat Fungsional

Pemerintah

Pemkab Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Kajhu

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Beri Masukan Strategis untuk RTRW Aceh 2025 -2045

Parlementarial

Anggota DPRA Bunda Salma Apresiasi Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

Parlementarial

DPRA Selesaikan Pembahasan Qanun Baitul Mal, Siap Disahkan

Pemerintah

Gubernur Muzakir Manaf Lantik Pimpinan Baitul Mal Aceh 2025–2030

Aceh

Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur Pascabencana Aceh