Home / Ekonomi

Senin, 2 Februari 2026 - 20:54 WIB

PT Surveyor Indonesia dan BPMA Dorong Pengelolaan Migas Berkelanjutan untuk Ekonomi Aceh

Redaksi

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, menyampaikan komitmen pengelolaan migas berkelanjutan dalam 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 di Banda Aceh, Senin (2/2/2026).

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, menyampaikan komitmen pengelolaan migas berkelanjutan dalam 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 di Banda Aceh, Senin (2/2/2026).

Banda Aceh — PT Surveyor Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Aceh melalui pengelolaan industri minyak dan gas bumi (migas) yang berkelanjutan, transparan, dan akuntabel.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Fajar Wibhiyadi, dalam ajang 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Sebagai bagian dari Holding IDSurvey, PT Surveyor Indonesia menjalankan peran strategis melalui layanan Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC) yang terintegrasi secara menyeluruh. Layanan ini mencakup seluruh rantai industri migas, mulai dari eksplorasi, perencanaan, konstruksi dan commissioning, hingga operasi, produksi, distribusi, dan pelayanan.

Baca Juga :  Bank Indonesia Rilis LPI 2025, Ekonomi Nasional Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global

Peran tersebut dinilai penting untuk memastikan aktivitas hulu migas berjalan efisien, sesuai regulasi, serta mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi daerah.

Kolaborasi dengan BPMA Perkuat Tata Kelola Migas Aceh

Dalam konteks Aceh, PT Surveyor Indonesia selama ini aktif bermitra dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) untuk mendukung penguatan tata kelola dan kematangan industri migas di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Enam Tahun Terakhir, Angka Pernikahan di Aceh Terus Menurun

Kemitraan ini berperan dalam memastikan pengelolaan sumber daya migas Aceh berjalan sesuai standar, mendukung optimalisasi aset, serta menciptakan kepastian dan kepercayaan bagi seluruh pemangku kepentingan industri.

Dalam paparannya, Fajar menekankan bahwa tata kelola migas yang sustainable dan traceable dapat menjadi pondasi penting bagi pemulihan serta penguatan ekonomi lokal Aceh.

“Pengelolaan migas yang baik tidak hanya berkontribusi pada ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun fondasi ekonomi daerah. Melalui kolaborasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, termasuk BPMA, industri migas Aceh dapat terus tumbuh secara matang dan berkelanjutan,” ujar Fajar.

Baca Juga :  "Transaksi QRIS di Aceh Tumbuh Pesat, Capai Rp1,98 Triliun hingga September 2025"

Dorong Transisi Energi dan Pemanfaatan Teknologi Digital

Sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang, PT Surveyor Indonesia juga mendorong transisi energi melalui penguatan sistem verifikasi dan pemanfaatan teknologi digital.

Langkah ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan industri migas sekaligus mendukung pengembangan energi masa depan yang lebih efisien dan rendah emisi. Selain itu, perusahaan juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar dapat berperan aktif dalam rantai nilai industri energi di Aceh.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Wakili Bupati, Staf Ahli Hadiri Panen Raya Jagung Kuartal II Serentak

Aceh

Aceh Catat Investasi Rp4,16 Triliun pada Triwulan III 2025

Ekonomi

DPMPTSP Aceh Raih Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 90,19 Kategori Sangat Baik

Ekonomi

Pemkab Aceh Besar Raih Serambi Ekraf Awards 2025 Kategori Gampong Kreatif Digital

Daerah

Mualem Dukung Petani Cabai dan Nilam untuk Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Ekonomi

Berita

Presiden Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia

Daerah

Pedagang Curhat ke Wagub Fadhlullah: Harga Bergerak Naik, Daya Beli Berkurang

Ekonomi

Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,6 Juta per Mayam, Akankah Menuju Rp10 Juta?