Banda Aceh — Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat Aceh melalui Program Padat Karya Tunai (PKT) untuk penanganan infrastruktur cipta karya pascabencana. Program ini resmi dibuka sejak 4 Februari 2026 dan akan berlangsung hingga kebutuhan tenaga kerja di lapangan terpenuhi.
Program Padat Karya Tunai ini difokuskan pada kegiatan pemulihan dan perbaikan infrastruktur dasar yang terdampak bencana di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Adapun jenis pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembersihan dan fungsionalisasi jalan lingkungan, pembersihan saluran drainase, penanganan persampahan dan limbah, hingga pekerjaan yang berkaitan dengan penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Informasi pembukaan program tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @pu_ciptakarya_aceh. Dalam unggahannya, Kementerian PU menegaskan bahwa Program Padat Karya Tunai merupakan salah satu bentuk nyata pelibatan dan pemberdayaan masyarakat setempat dalam proses pembangunan dan pemulihan pascabencana.
Melalui program ini, masyarakat sekitar lokasi kegiatan dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja konstruksi. Selain berkontribusi dalam mempercepat pemulihan lingkungan dan infrastruktur, para peserta juga memperoleh upah sesuai dengan skema pembayaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Dengan memberikan kesempatan kerja sementara, Program Padat Karya Tunai diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi warga, khususnya mereka yang terdampak langsung oleh bencana.
Dalam pelaksanaannya, warga lokal menjadi prioritas utama untuk terlibat dalam kegiatan ini. Hal tersebut dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga hasil pembangunan yang telah dilakukan.
Kementerian PU berharap melalui Program Padat Karya Tunai ini, proses pemulihan infrastruktur dasar dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat Aceh pascabencana serta mendukung pemulihan ekonomi di tingkat lokal.
Masyarakat yang berminat mengikuti program ini dapat memantau informasi lanjutan melalui kanal resmi Kementerian PU atau berkoordinasi dengan pihak terkait di lokasi kegiatan.(**)
Editor: Redaksi









