Home / Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:54 WIB

Resmi! Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar per 1 April 2026

REDAKSI

Suasana pengisian BBM di salah satu SPBU. Mulai 1 April 2026, Pemerintah resmi membatasi volume pembelian Pertalite dan Solar guna memastikan subsidi energi lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Suasana pengisian BBM di salah satu SPBU. Mulai 1 April 2026, Pemerintah resmi membatasi volume pembelian Pertalite dan Solar guna memastikan subsidi energi lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Jakarta – Mulai 1 April 2026, Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan pembatasan volume pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Langkah strategis ini diambil melalui Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 guna memastikan distribusi energi lebih tepat sasaran dan meminimalisir penyalahgunaan.

​Rincian Aturan Pembatasan Volume

​Berdasarkan aturan terbaru, pemerintah memberikan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengendalikan penyaluran dengan ketentuan sebagai berikut:

Baca Juga :  Kapolri Tetapkan Status Gugur dan Berikan KPLB Anumerta Terhadap 3 Personel Terbaiknya

​1. Jenis Pertalite (Khusus Roda 4)

​Kendaraan Pribadi & Angkutan Umum: Maksimal 50 liter per hari.

​Kendaraan Layanan Umum: (Ambulans, mobil jenazah, pemadam kebakaran) tetap dibatasi maksimal 50 liter per hari.

​2. Jenis Solar (Berdasarkan Jenis Kendaraan)

| Jenis Kendaraan | Kuota Maksimal per Hari |

| :— | :— |

| Kendaraan Roda 4 | 50 Liter |

| Angkutan Umum Roda 4 | 80 Liter |

Baca Juga :  Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026

| Kendaraan Roda 6 atau lebih (Truk Logistik) | 200 Liter |

| Kendaraan Layanan Umum (Ambulans/Damkar) | 50 Liter |

​Mekanisme Pengawasan dan Sanksi

​Untuk memperketat distribusi, pemerintah menerapkan sistem pengawasan digital:

​Pencatatan Pelat Nomor: Setiap transaksi wajib mencatat nomor polisi kendaraan guna meningkatkan transparansi.

​Ketentuan Kelebihan Kuota: Apabila pengisian melebihi batas harian yang ditentukan, maka sisa kelebihannya akan dihitung menggunakan harga BBM nonsubsidi atau Jenis Bahan Bakar Umum (JBU).

Baca Juga :  Gubernur Aceh Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025

​Dampak dan Sosialisasi

​Kebijakan ini diprediksi akan mengubah pola konsumsi masyarakat dan operasional sektor transportasi. Meskipun bertujuan menjaga ketersediaan stok BBM subsidi, pemerintah menekankan pentingnya sosialisasi masif agar tidak terjadi kebingungan di SPBU saat aturan mulai diimplementasikan.

​”Masyarakat diimbau mematuhi ketentuan ini demi mewujudkan subsidi energi yang lebih adil dan tepat sasaran.”

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Anwar Abbas Soroti Serangan AS–Israel ke Iran, Desak China dan Korea Utara Ambil Sikap

Nasional

Aceh Raih Gold Award UB Halalmetric 2025, Komitmen Memperkuat Ekosistem Halal dan Wisata Syariah

Berita

Kapolri Tinjau Bakti Kesehatan “Polri untuk Masyarakat” di PT Tah Sung Hung

Nasional

Buku “Rasa Bhayangkara Nusantara” Versi Inggris Tampil di WEF Davos 2026

Nasional

Nanik S. Deyang Resmi Jabat Kepala Badan Gizi Nasional Gantikan Dadan Hindayana

Nasional

Presiden dan Wakil presiden Menghadiri HUT ke-79 Bhayangkara

Nasional

Sidang Perdana Dokter Tifa, Minta Ijazah Asli Jokowi Dihadirkan di Pengadilan

Nasional

Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kementerian: Posisi di Bawah Presiden Sudah Ideal