Home / Aceh / Tni-Polri

Sabtu, 29 November 2025 - 13:27 WIB

Ribuan Warga masih Terjebak banjir, Personel Kodam IM bantu evakuasi

REDAKSI

Banda Aceh Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang terjadi secara terus-menerus sejak pertengahan November 2025 mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sedikitnya 33.817 KK atau 119.988 jiwa terdampak, serta 6.998 KK atau 20.759 jiwa harus mengungsi di 16 kabupaten/kota. Kondisi geologi yang labil serta curah hujan tinggi turut memperparah situasi di berbagai daerah, menyebabkan rumah warga terendam hingga ketinggian 30–130 cm dan memutus sejumlah akses transportasi. Sabtu (29/11/25)

Bencana hidrometeorologi ini melanda secara luas wilayah Bener Meriah, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Timur, Lhokseumawe, Langsa, Gayo Lues, Aceh Barat, Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan. Situasi ini mendorong pemerintah daerah menetapkan status Darurat Bencana di delapan kabupaten/kota, yang mengharuskan seluruh unsur penanganan bencana bergerak cepat dan terpadu.

Merespons kondisi tersebut, Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menginstruksikan seluruh satuan jajarannya untuk segera terjun ke lapangan membantu masyarakat yang mengalami kesulitan akibat banjir dan longsor. Sejak hari pertama bencana, prajurit TNI AD di bawah Kodam IM telah disebar ke wilayah-wilayah terdampak untuk melakukan berbagai upaya penanganan darurat.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda : Patroli bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Wilayah

Prajurit Kodam IM terlibat langsung melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir dan longsor, termasuk menolong lansia, anak-anak, perempuan, dan warga dengan kebutuhan khusus yang tidak mampu menyelamatkan diri. Upaya pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor turut dilakukan dengan mengoperasikan alat berat maupun peralatan manual demi membuka jalur penghubung antardesa. Di sejumlah titik pengungsian, TNI telah mendirikan dapur umum lapangan, membagikan logistik, serta membantu mendirikan tenda darurat bagi warga yang rumahnya terendam atau rusak berat.

Selain itu, tim kesehatan TNI dikerahkan memberikan pelayanan medis bagi warga yang mengalami luka, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga trauma pascabencana. Prajurit di wilayah-wilayah rawan juga melaksanakan patroli sungai dan pemantauan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. TNI bersama BPBD dan pemerintah daerah terus berkoordinasi melakukan pendataan kerusakan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Di Kabupaten Bener Meriah, banjir bandang dan longsor menerjang sepuluh kecamatan dan mengakibatkan satu warga hilang terseret arus. Prajurit TNI bersama tim gabungan masih melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai dan daerah rawan. Di Aceh Besar, banjir merendam 23 kecamatan dengan ketinggian mencapai 50 cm, memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi. Prajurit Kodim Aceh Besar memperkuat upaya evakuasi serta membantu dapur lapangan yang melayani kebutuhan pengungsi.

Baca Juga :  Antrean SKCK Membeludak untuk Syarat PPPK Paruh Waktu, Polresta Banda Aceh Tetap Buka Layanan di Hari Libur

Di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen, lebih dari sembilan ribu kepala keluarga terdampak banjir dengan kondisi air yang belum surut. Prajurit Koramil dan Kodim setempat membantu proses evakuasi, penyelamatan barang berharga warga, dan menyalurkan air bersih bagi masyarakat. Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Timur mengalami banjir berkepanjangan sejak 20 November. Beberapa rumah mengalami kerusakan berat akibat banjir dan longsor. Prajurit Kodam IM melaksanakan evakuasi malam hari dan memperkuat posko darurat di titik-titik yang sulit dijangkau.

Di Langsa, Gayo Lues, Aceh Barat, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Utara, ribuan rumah terendam banjir. Sebagian akses jalan terputus, sementara sejumlah desa terisolasi. Babinsa di seluruh wilayah tersebut bergerak membantu transportasi warga, membagikan makanan siap saji, dan membersihkan fasilitas umum yang terdampak. Banjir di Aceh Selatan telah merendam rumah dan kebun warga di 18 kecamatan. Meski air mulai surut, prajurit TNI tetap berada di lokasi untuk membantu proses pembersihan serta mendata kerusakan secara menyeluruh.

Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menegaskan bahwa prajurit Kodam Iskandar Muda harus senantiasa hadir untuk rakyat, terlebih dalam situasi darurat seperti saat ini. Ia menekankan pentingnya kecepatan, ketulusan, dan kesigapan dalam memberi pertolongan.

Baca Juga :  Jum'at berkah, Kodam Iskandar Muda bagikan 197 Paket Makan gratis bagi Warga

“Saya instruksikan seluruh prajurit Kodam Iskandar Muda untuk bergerak cepat dan selalu berada di garis terdepan dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor. Kehadiran TNI harus memberikan rasa aman, membantu evakuasi, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa peran TNI tidak hanya berhenti pada tahap evakuasi, tetapi juga mencakup pemberian layanan kesehatan, dukungan logistik, serta memastikan pengungsi mendapatkan perlindungan yang layak. Koordinasi terus dilakukan dengan BPBD, pemerintah daerah, dan seluruh unsur penanganan bencana agar seluruh langkah tanggap darurat berjalan terpadu dan efektif.

“Kami tidak akan meninggalkan masyarakat dalam kondisi sulit. Prajurit Kodam IM akan tetap berada di lapangan hingga kondisi benar-benar pulih,” tegas Pangdam.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berpotensi terjadi banjir susulan atau longsor.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengikuti arahan petugas, segera mengungsi ke tempat aman jika situasi memburuk, serta memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Keselamatan rakyat selalu menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Dengan dukungan penuh dari prajurit Kodam Iskandar Muda yang bekerja tanpa mengenal lelah, diharapkan penanganan bencana di seluruh wilayah Aceh dapat berjalan lebih baik hingga keadaan kembali normal.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Peringati HUT ke-79 TNI AU, Pemkab Aceh Besar dan Lanud SIM Gelar Bazar Murah untuk Masyarakat

Aceh

Terima Audiensi Pangdam IM dan Kajati, Kapolda Aceh: Momen Penting untuk Memperkuat Sinergisitas TNI-Polri dan Kejaksaan

Aceh

Disdik Aceh Sosialisasikan Hasil Survei Persepsi Anti Korupsi dan Kualitas Pelayanan

Tni-Polri

Pangdam IM dan Ketua Persit KCK Daerah IM hadiri ceramah agama Ustadz Syihabudin Isykarima di Yonif 116/GS

Ekonomi

Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah, Yuk Ramaikan Bhayangkara Run 2025! 

Aceh

Krisis BBM Aceh Memuncak: DPRA Desak Boikot Pertamina dan Gantikan dengan Petronas

Tni-Polri

Dirreskrimsus Polda Aceh Sahur Bersama Anak Yatim di Panti Asuhan

Daerah

Pangdam Iskandar Muda kerahkan personel bantu korban banjir Aceh Utara