Home / Banda Aceh

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:23 WIB

SAPA Kritik Diamnya Pejabat Aceh soal Pernyataan Presiden

Redaksi

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menyampaikan kritik terhadap sikap diam pejabat Aceh terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal kondisi warga terdampak bencana yang masih tinggal di tenda.(26/3/2026)

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menyampaikan kritik terhadap sikap diam pejabat Aceh terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal kondisi warga terdampak bencana yang masih tinggal di tenda.(26/3/2026)

ACEH – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) melontarkan kritik keras terhadap sikap diam para pejabat dan wakil rakyat asal Aceh menyusul pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyebut tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di tenda.

SAPA menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Hingga kini, masih ditemukan warga di sejumlah wilayah Aceh yang bertahan di hunian darurat maupun tenda akibat dampak bencana.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, menyampaikan bahwa yang lebih disayangkan bukan hanya soal ketidakakuratan informasi yang diterima Presiden, tetapi juga tidak adanya klarifikasi dari para pejabat Aceh, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga :  Harga Emas di Langsa Tembus Rp9,3 Juta per Mayam, Dampak Ketegangan Timur Tengah

“Yang sangat kita sesalkan adalah sikap diam para pejabat Aceh, baik di DPR RI, DPRA, maupun DPD RI. Seharusnya mereka berada di garda terdepan untuk menyampaikan kondisi sebenarnya, bukan justru membiarkan informasi yang keliru berkembang,” ujar Fauzan, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, para wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan setiap informasi yang sampai ke pemerintah pusat benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan.

“Jika mereka diam, maka patut dipertanyakan keberpihakan mereka kepada rakyat. Ini bukan sekadar persoalan data, melainkan menyangkut nasib masyarakat yang masih hidup dalam kondisi tidak layak,” tegasnya.
SAPA juga menilai lemahnya respons dari para pejabat Aceh berpotensi memperparah kesalahan dalam pengambilan kebijakan di tingkat nasional.

Baca Juga :  Kapolresta Banda Aceh Serahkan Penghargaan Untuk 51 Personel Berprestasi

“Ketika Presiden menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, lalu tidak ada yang meluruskan, ini menjadi persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan. Kebijakan bisa salah arah karena dibangun di atas informasi yang tidak valid,” lanjutnya.

Lebih jauh, SAPA mengingatkan bahwa persoalan hunian pascabencana merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak dasar warga negara. Karena itu, peran aktif semua pihak, terutama para wakil rakyat, sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Wali Kota Illiza Buka CHD Awareness Week di SDN 67 Banda Aceh

SAPA mendesak seluruh pejabat Aceh, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk segera bersikap terbuka dan menyampaikan kondisi sebenarnya kepada pemerintah pusat agar tidak terjadi kesalahan persepsi yang merugikan masyarakat.

Selain itu, SAPA juga meminta Presiden untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan tanpa seremonial.
“Presiden tidak boleh hanya menerima laporan di atas meja. Harus turun langsung melihat kondisi masyarakat. Jangan sampai rakyat masih menderita, sementara yang dilaporkan seolah-olah semuanya sudah selesai,” pungkas Fauzan.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Anak-anak Kembali Marak Berjualan dan Mengemis di Lampu Merah Banda Aceh

Banda Aceh

Cegah Narkoba, Propam Polresta Banda Aceh Gelar Tes Urine Mendadak

Banda Aceh

Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Banda Aceh Resmi Dilantik

Banda Aceh

Ketua PWI Aceh: Anggaran Iklan Rp71,7 Miliar untuk Menyelamatkan Media Pascabencana

Banda Aceh

Siswa SD Negeri 49 Banda Aceh Tanamkan Semangat Berbagi Melalui Donasi Baju Layak Pakai  

Banda Aceh

Bank Aceh Syariah Salurkan Zakat Rp200 Juta ke Baitul Mal Banda Aceh

Banda Aceh

PT Surveyor Indonesia Buka Kantor Cabang Aceh, Gelar Doa Bersama dan Salurkan Bantuan Pascabencana

Banda Aceh

Satpol PP Banda Aceh Tertibkan PKL Liar di Jalan Syiah Kuala