Home / Internasional

Senin, 16 Februari 2026 - 17:11 WIB

Serangan di Gaza Tewaskan 11 Orang, Gencatan Senjata Kian Rawan

Redaksi

Kondisi tenda pengungsi di Gaza pascaserangan yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 11 orang di wilayah utara dan selatan, Minggu (15/2/2026).

Kondisi tenda pengungsi di Gaza pascaserangan yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 11 orang di wilayah utara dan selatan, Minggu (15/2/2026).

Gaza Utara – Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat setelah serangan Israel dilaporkan menghantam sejumlah titik di wilayah utara dan selatan pada Minggu (15/2/2026). Insiden ini terjadi di tengah berlangsungnya kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 10 Oktober 2025 dan dimediasi oleh Amerika Serikat serta Qatar.

Di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara, serangan disebut menghantam tenda-tenda warga yang mengungsi akibat konflik berkepanjangan. Laporan otoritas setempat menyebutkan sedikitnya lima orang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Kondisi di lokasi digambarkan kacau, dengan warga berupaya menyelamatkan korban di tengah reruntuhan dan kepanikan.

Serangan lain terjadi di wilayah barat Khan Younis, Gaza selatan. Lima orang kembali dilaporkan tewas akibat gempuran tersebut. Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai identitas para korban, namun sebagian besar disebut merupakan warga sipil.

Baca Juga :  Menlu RI: Kawasan Asia Tenggara Harus Bebas dari Senjata Nuklir

Sementara itu, di kawasan Tal al-Hawa, timur Kota Gaza, seorang komandan sayap bersenjata Jihad Islam Palestina (PIJ), Sami al-Dahdouh, dilaporkan turut menjadi korban tewas. Kematian tokoh militan tersebut diperkirakan akan semakin memperkeruh situasi keamanan yang sudah rapuh.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengecam keras rangkaian serangan tersebut. Ia menyebut tindakan itu sebagai “eskalasi berbahaya” yang dinilai mengancam keberlangsungan gencatan senjata. Menurutnya, serangan di tengah masa jeda konflik menunjukkan tidak adanya komitmen serius terhadap kesepakatan yang telah dicapai.

Baca Juga :  Wagub Aceh Hadiri Pembagian Dana Wakaf Habib Bugak di Mekkah

Di sisi lain, pemerintah Israel belum memberikan pernyataan rinci terkait serangan terbaru ini. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua belah pihak—Israel dan Hamas—saling menuding melakukan pelanggaran terhadap butir-butir gencatan senjata. Situasi di lapangan pun tetap diwarnai insiden bersenjata sporadis.

Data dari otoritas kesehatan di Gaza menyebutkan bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, ratusan warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai insiden kekerasan. Angka tersebut memperlihatkan betapa rentannya kesepakatan damai yang tengah dijalankan.

Ketegangan ini juga berlangsung di tengah rencana pertemuan “Dewan Perdamaian” yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Washington, DC. Pertemuan tersebut disebut-sebut bertujuan membahas stabilitas kawasan dan mendorong implementasi penuh gencatan senjata.

Baca Juga :  Iran Klaim Berhasil Serang Israel dengan Rudal, 4 Orang Tewas

Pengamat menilai, insiden terbaru di Gaza dapat memengaruhi dinamika diplomasi yang tengah dirintis. Tanpa mekanisme pengawasan dan komitmen kuat dari kedua pihak, gencatan senjata dikhawatirkan hanya menjadi jeda sementara dalam konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Di tengah ketidakpastian ini, warga sipil kembali menjadi pihak yang paling terdampak. Ribuan keluarga masih hidup di pengungsian, menghadapi keterbatasan akses air bersih, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar lainnya. Harapan akan perdamaian pun kembali diuji oleh dentuman senjata yang belum benar-benar reda.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Iran Klaim Kendali Penuh Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

Internasional

Gubernur Aceh Kunjungi Peternakan Telur Terbesar di Henan – Tiongkok

Berita

Kematian Tragis di Gaza, Direktur Rumah Sakit Indonesia Tewas Dalam Serangan Israel

Aceh

Kadisdik Aceh Apresiasi Prestasi Siswa SMAN 7 dan SMA Labschool Banda Aceh di Ajang Internasional JDIE 2025 di Jepang

Internasional

PENGAKUAN DUNIA! Prof. Anies Baswedan Raih Penghargaan Bergengsi dari Universitas Wageningen, Belanda

Internasional

Rusia Lakukan Serangan Udara Besar-Besaran di Kyiv,15 Orang Tewas

Aceh

Pertemuan Wali Nanggroe Aceh dengan Kementrian Pendidikan Singapura : Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Berita

Miris, Jamaah Haji Indonesia Hanya Dapat Fasilitas Terendah