Home / Nasional

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:46 WIB

Tata Kelola Bermasalah dan Anggaran Tersendat, Ratusan Dapur Makan Bergizi Gratis di Berbagai Daerah Berhenti Beroperasi

REDAKSI

Logo Badan Gizi Nasional (BGN). Foto: Instagram

Logo Badan Gizi Nasional (BGN). Foto: Instagram

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini tengah menghadapi kendala serius. Operasional program ini mulai terganggu di berbagai wilayah, bahkan ratusan dapur MBG terpaksa menghentikan layanan akibat tersendatnya kucuran dana operasional dari pusat.

​Krisis operasional ini terjadi menyusul langkah hukum Kejaksaan Agung yang menetapkan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG pada Rabu, 3 Juni 2026. Ketiganya adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Penangkapan dan penahanan ketiganya dilakukan hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan pimpinan BGN sebagai bagian dari evaluasi tata kelola program.

Baca Juga :  Polsek Mamajang Gelar Patroli Jelang Buka Puasa, Tiga Motor Tanpa Plat Diamankan

​Dampak di Daerah: Dapur MBG Berhenti Beroperasi

​Dampak dari persoalan hukum dan birokrasi ini langsung dirasakan di tingkat hilir. Sejak Senin, 8 Juni 2026, ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah dilaporkan lumpuh karena dana operasional di rekening pengelola belum terisi.

​Banda Aceh: Dari total 37 dapur MBG yang beroperasi, tujuh di antaranya terpaksa berhenti total karena kehabisan saldo operasional sehari-hari. Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza, mengonfirmasi bahwa operasional terhenti sembari menunggu pengisian ulang (top up) dana dari BGN pusat. Sementara 30 dapur lainnya masih bertahan menggunakan sisa dana yang ada.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Muzakir Manaf Terima Penghargaan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman

​Batam, Kepulauan Riau: Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi di Batam, di mana lebih dari 50 dapur MBG menghentikan layanannya. Koordinator MBG Wilayah Batam, Defri Fernaldi, menjelaskan bahwa penghentian ini wajib dilakukan karena aturan melarang pengelola menggunakan dana talangan dari mitra. Operasional hanya boleh berjalan jika dana resmi APBN telah masuk ke virtual account masing-masing SPPG.

Baca Juga :  Irma NasDem Sebut SPPG Polri Tak Ada yang Berkasus karena Sesuai Standar

​Sorotan Terhadap Program Prioritas

​Sengkarut hukum yang menjerat eks pimpinan BGN beserta macetnya distribusi anggaran ini memicu sorotan tajam terhadap manajemen Program Makan Bergizi Gratis. Padahal, program ini dirancang sebagai pilar utama pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya.

​Saat ini, para pengelola SPPG di berbagai daerah berharap BGN pusat segera merealisasikan pencairan anggaran agar distribusi makanan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat tidak terhenti lebih lama.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Mendagri atas Anugerah Adat dari Wali Nanggroe

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Laksanakan Layanan Kesehatan Gratis Keliling Di Puncak Jaya

Nasional

Durasi Puasa Ramadan Berbeda di Tiap Negara, dari 11 hingga 16 Jam Lebih

Nasional

Panen Kacang Panjang, Lapas Perempuan Ternate Dukung Ketahanan Pangan

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Sambut Kunjungan Kerja Pangdam IX/Udayana di Puncak Jaya

Nasional

Indonesia Tegaskan Pasukan ke Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

Nasional

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Tertinggi Sementara di G20

Nasional

Kapolri Apresiasi Perilisan Lagu ‘Mudik Aman, Keluarga Nyaman’