Home / Aceh

Sabtu, 26 September 2026 - 14:47 WIB

Terima 123 Peserta PPDS USK, Direktur RSUDZA Tekankan Etika dan Keselamatan Pasien

REDAKSI

Direktur RSUDZA Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes.

Direktur RSUDZA Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes.

BANDA ACEH — Sebanyak 123 dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis, Subspesialis, dan Fellowship Angkatan II Tahun 2026 Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti orientasi di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Jumat (25/9/2026).

Program tersebut merupakan tahap awal memasuki pendidikan klinis di rumah sakit rujukan utama Aceh dengan penekanan pada kompetensi, integritas, dan keselamatan pasien.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Multazam 2 RSUDZA tersebut dibuka langsung  oleh Direktur RSUDZA Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes.

Dalam sambutannya, Direktur menegaskan peserta didik tidak hanya dituntut menguasai ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga harus memiliki etika, kemampuan komunikasi, empati, serta tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Qanun Perubahan APBA 2025 di DPR Aceh

“Sejak hari pertama berada di RSUDZA, peserta didik adalah bagian dari sistem pelayanan rumah sakit. Setiap keputusan, komunikasi, pencatatan, dan tindakan dapat memengaruhi mutu pelayanan serta keselamatan pasien,” tegasnya.

Sebagai rumah sakit rujukan sekaligus rumah sakit pendidikan utama di Aceh, RSUDZA menjadi tempat peserta didik menangani berbagai kasus kompleks dengan latar belakang pasien yang beragam. Karena itu, keselamatan pasien harus menjadi prioritas dalam setiap proses pendidikan dan pelayanan.

Direktur juga meminta peserta bekerja sesuai kompetensi dan kewenangan klinis serta mengikuti jenjang supervisi. Peserta didik diminta tidak ragu berkonsultasi ketika menghadapi kondisi di luar kemampuan.

Baca Juga :  Pembina YJI Aceh Ziarah ke Makam HT Djohan

“Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk profesionalisme dan tanggung jawab kepada pasien,” ujar Dr. Muhazar Harun, SKM., M.Kes.

Selain kompetensi klinis, peserta diminta menjaga etika, komunikasi, kerahasiaan medis, dan martabat pasien.

RSUDZA juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari perundungan maupun budaya senioritas yang tidak mendidikPara supervisor, Ketua KSM, konsultan, dan tenaga pendidik klinis diminta memberikan bimbingan secara konsisten, adil, dan manusiawi. Sementara peserta didik diingatkan agar tidak sekadar mengejar jumlah kasus atau pemenuhan logbook.

Baca Juga :  Wali Nanggroe Kunjungi dan Salurkan Bantuan ke Wilayah Tengah

“Setiap pasien adalah amanah, bukan sekadar objek pembelajaran,” tegas Muhazar Harun.

RSUDZA bersama Fakultas Kedokteran USK berkomitmen memperkuat integrasi pendidikan, pelayanan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan dokter spesialis dan subspesialis yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas.

Orientasi tersebut menjadi tahap awal bagi 123 peserta Angkatan II Tahun 2026 sebelum menjalani proses pendidikan klinis di RSUDZA.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Dekan Fakultas Kedokteran USK, Kabid Diklat, Ketua Komkordik, dan para Koordinator Program Studi. (**)

Penulis : Tika fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh

Pergub Disabilitas Aceh Disusun, Dinsos Dorong Kebijakan Inklusif dan Implementatif

Aceh

Ukir Prestasi Nasional, UIN Ar-Raniry Sabet Penghargaan Kampus Responsif Gender Peringkat Utama

Aceh

Puncak Perayaan Harhubnas di Aceh, Dishub Anugerahkan Penghargaan kepada Tokoh Transportasi dan Luncurkan Rute Baru Trans Koetaradja

Aceh

Peringatan HKSJ Digelar di Aceh, Pemerintah Aceh Komitmen Perkuat Sistem Layanan Kesehatan Jiwa 

Agama

PCNU Aceh Barat Utus 14 Delegasi Hadiri Muktamar NU ke-35 di Jombang

Aceh

Sekda M Nasir: Masa Depan Aceh Berada di Bahu Kokoh para Pemuda

Aceh

Sekda Aceh Tinjau Pembangunan Gedung Utama MTQ Provinsi di Pijay : Progresnya Capai 91 Persen 

Aceh

Solusi Bangun Andalas Perluas Jangkauan Bantuan ke Lebih Banyak Warga Termasuk Wartawan di 18 Kabupaten Terdampak Banjir di Aceh