Bener Meriah — Kepedulian Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata. TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam Iskandar Muda menghadirkan satu unit mesin bor air portabel (rig bor mobile) di lokasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Desa Tunyang Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (4/2/2026).
Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda terdiri dari personel Yonzipur 16/Dhika Anoraga (DA) dan Kodim 0119/Bener Meriah. Kehadiran mesin bor air tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penyediaan air bersih bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascabencana.
Air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat vital, baik untuk konsumsi, sanitasi, maupun aktivitas sehari-hari warga selama masa pemulihan. Oleh karena itu, penyediaannya menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak bencana.
Komandan Kodim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan pengeboran sumur ini bukan sekadar pelaksanaan tugas fisik, melainkan bentuk nyata misi kemanusiaan TNI dalam menghadirkan sumber kehidupan yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.
“Ini bukan sekadar tugas fisik, melainkan misi kemanusiaan untuk menghadirkan sumber kehidupan yang layak bagi rakyat yang terdampak bencana,” tegasnya.
Menurut Letkol Inf Ahmad Fauzi, dengan hadirnya mesin bor air portabel milik TNI AD tersebut, pihaknya memastikan warga di lokasi pengungsian memperoleh akses air bersih yang memadai. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, kata dia, menjadi prioritas TNI dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan.
“Air adalah sumber kehidupan. Dengan hadirnya rig bor portabel ini, kami memastikan warga terdampak bencana, khususnya yang berada di pengungsian, mendapatkan akses air bersih yang cukup. Kesejahteraan rakyat adalah prioritas TNI,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas pengeboran air tersebut dapat menjadi solusi efektif untuk mempercepat proses pembangunan sumur di kawasan Huntara, sehingga dalam waktu dekat dapat dimanfaatkan secara layak dan berkelanjutan oleh masyarakat.
“Dengan adanya rig bor mobile ini, kami berharap pengeboran sumur segera rampung dan warga di lokasi pengungsian dapat menikmati air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak bencana serta mendukung kelancaran aktivitas di lokasi pengungsian dan pembangunan hunian sementara.
“Kehadiran Satgas Gulbencal Kodam Iskandar Muda merupakan wujud komitmen TNI AD dalam membantu masyarakat terdampak bencana, mulai dari masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan,” pungkas Letkol Inf Ahmad Fauzi.(**)
Editor: Dahlan









