Home / Berita

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Tuntut Janji Pemerintah, Peternak di Aceh Tamiang Tunggu Penggantian Sapi Korban Banjir Bandang

REDAKSI

Peternak Aceh Tamiang masih tunggu janji ganti 11 ribu ternak mati banjir bandang akhir 2025, mayoritas sapi.

Peternak Aceh Tamiang masih tunggu janji ganti 11 ribu ternak mati banjir bandang akhir 2025, mayoritas sapi.

KUALASIMPANG — Para peternak di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini masih menantikan realisasi janji pemerintah terkait penggantian ternak mereka yang mati akibat bencana banjir bandang pada akhir 2025 lalu.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanbunak) Aceh Tamiang, bencana tersebut mengakibatkan lebih dari 11 ribu ekor ternak warga mati, di mana mayoritas di antaranya merupakan sapi.

Seorang peternak asal Kecamatan Kejuruan Muda mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat tinggi—mulai dari gubernur, menteri, hingga presiden—sempat datang meninjau lokasi bencana pascabanjir dan menjanjikan bantuan penggantian ternak.

Baca Juga :  Plt Sekda Minta BUMN Ikut Bangun Aceh

“Dulu pas awal-awal banjir kan banyak pejabat datang, mulai dari gubernur, menteri sampai presiden. Mereka semua berjanji mau mengganti ternak yang mati,” ujar peternak tersebut pada Minggu (11/10/2026).

Demi menghindari kegaduhan, peternak tersebut memilih untuk merahasikan identitasnya. Namun, ia sangat berharap agar janji-janji yang pernah diucapkan para pejabat dapat segera dibuktikan.

“Sudah satu tahun loh, kami menunggu bantuan itu dibuktikan. Kami butuh bantuan untuk bangkit lagi,” tambahnya.

Pendataan dan Dampak Populasi

Baca Juga :  Polda Aceh Pastikan Penanganan Kasus Pengeroyokan di Bener Meriah Dilakukan secara Profesional

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanbunak Aceh Tamiang, Muhammad Yunus, membenarkan bahwa angka kematian ternak akibat banjir bandang 2025 mencapai sekitar 11 ribu ekor.

Yunus menjelaskan bahwa proses pendataan ternak yang mati telah selesai dilakukan pada awal 2026. Seluruh data tersebut telah disusun dalam bentuk laporan resmi dan diajukan kepada pemerintah pusat/daerah sebagai dasar pengusulan bantuan.

“Untuk usulan bantuan sudah kami sampaikan. Kita berharap ada titik terang,” tutur Yunus.

Ia tidak menampik bahwa tingginya angka kematian ternak berdampak signifikan terhadap populasi sapi di Aceh Tamiang. Sebelum bencana terjadi, populasi sapi di wilayah tersebut mencatatkan angka sekitar 38 ribu ekor. Namun pascabanjir, jumlahnya menyusut menjadi sekitar 29 ribu ekor.

Baca Juga :  HUT ke-45, Yayasan Kemala Bhayangkari Aceh Gelar Olahraga Bersama

Meski terjadi penurunan populasi yang cukup drastis, Yunus memastikan bahwa kondisi ini belum mengganggu ketersediaan dan pasokan pangan bagi masyarakat setempat.

“Kalau dilihat dari populasi pasti berkurang, tapi belum memengaruhi kebutuhan pangan. Kalau kebutuhan pangan masih aman,” pungkasnya. (mad)

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Raih Empat Penghargaan Top CSR Awards 2025, SBI Tegaskan Komitmen pada Bisnis Berkelanjutan

Berita

Kodam Iskandar Muda gelar Lomba Batalyon Tangkas TA. 2025

Berita

Polda Aceh Gelar Simulasi Sispam Kota Hadapi Kontijensi Tahun 2025

Berita

Tampilan Google Maps Dipenuhi Titik Merah, Karhutla Hebat Melanda Kalimantan dan Jadi Perbincangan Hangat di Media Sosial

Berita

Polda Aceh Bangun Gudang Ketahanan Pangan Berkapasitas Seribu Ton

Berita

Wagub Bersama Pangdam IM dan Kapolda Aceh Kompak Hadiri Sarasehan Kebangsaan 

Berita

Selundupkan USD 350 Ribu, WN Thailand Dicegat di Bandara Soetta: PPATK dan BI Turun Tangan

Berita

Audiens dengan Perwakilan Kemenkeu Aceh. Pangdam IM dukung pembangunan Ekonomi Aceh