Home / Ekbis

Sabtu, 7 November 2026 - 19:12 WIB

BPMA Targetkan Sektor Migas Aceh Serap Tenaga Kerja Lokal dan Gerakkan Ekonomi

REDAKSI

harapan BPMA agar pengembangan hulu migas tidak hanya berfokus pada angka produksi, melainkan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat Aceh secara berkelanjutan, Jum'at 06/11/2026.

harapan BPMA agar pengembangan hulu migas tidak hanya berfokus pada angka produksi, melainkan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat Aceh secara berkelanjutan, Jum'at 06/11/2026.

BANDA ACEH — Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) mendorong penguatan ekosistem investasi sektor energi di Aceh dengan belajar dari pengalaman Uni Emirat Arab (UEA) dalam mengembangkan sektor energi dan membangun kemitraan investasi jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPMA, Mawardi Nur, saat menjadi salah satu pembicara dalam Economic, Energy and Sustainability Forum 2026 bertema “From Resources to Prosperity” di Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Jumat (6/11/2026).

Menurut Mawardi, Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya minyak dan gas bumi (migas). Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan investasi, iklim usaha yang kondusif, serta kemitraan jangka panjang agar dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan pengalaman UEA yang mampu membangun kekuatan ekonomi dengan menjadikan sektor energi sebagai salah satu bagian penting dari strategi pembangunan jangka panjang.

Baca Juga :  Wali Kota Illiza: Pembelajaran Tsunami 2004 Perkuat Komitmen Banda Aceh Menjadi Kota Tangguh Bencana

“Uni Emirat Arab (UEA) memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana sebuah negara mampu membangun masa depan melalui visi besar, keberanian mengambil peluang, dan konsistensi dalam mengembangkan sektor energi serta investasi,” ujar Mawardi.

Ia menjelaskan, kemajuan suatu negara maupun daerah tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. Diperlukan keberanian untuk membuka diri terhadap investasi, membangun kepercayaan, serta menciptakan iklim usaha yang mendukung masuknya para investor.

Mawardi juga menilai keberhasilan menghadirkan investasi tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan yang terlibat, tetapi dapat membuka peluang lebih luas bagi masuknya investor dan pelaku usaha dari berbagai negara.

“Ketika sebuah negara berhasil menghadirkan investasi dan menciptakan keberhasilan bagi satu perusahaan, kepercayaan akan tumbuh. Kemudian, peluang investasi lainnya akan ikut berdatangan, bahkan dari negara-negara yang berbeda. Inilah pentingnya membangun ekosistem investasi dan kemitraan jangka panjang,” katanya.

Baca Juga :  Ayah Kandung di Banda Aceh Diduga Perkosa Anak Sejak MIN hingga SMP, Polisi Amankan Pelaku

Dalam forum tersebut, Mawardi turut memaparkan potensi dan perkembangan sektor hulu migas Aceh, mulai dari landasan kewenangan pengelolaan migas, peran strategis BPMA, perkembangan wilayah kerja migas, hingga rencana pengembangan sektor tersebut ke depan.

Ia menjelaskan, pengelolaan migas di Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diatur dalam MoU Helsinki, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), serta Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015. Through regulasi tersebut, Pemerintah Aceh memiliki kewenangan khusus dalam pengelolaan bersama sumber daya migas sektor hulu melalui BPMA.

Selain itu, BPMA terus mendorong pengembangan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi di sejumlah wilayah kerja migas Aceh. Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi, survei seismik, pengeboran sumur eksplorasi, serta pengembangan potensi sumber daya migas.

Baca Juga :  Satpol PP dan WH Aceh Besar Pantau Pasar Tradisional di Lambaro

Mawardi berharap, pengembangan sektor migas Aceh tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Dampak tersebut diharapkan terlihat melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan industri pendukung, serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Besar Organisasi Alumni dan Ex-Santri Madrasah Ulumul Qur’an (PB ORALEXISMUQ) itu mengangkat subtema “Energi, Investasi dan Keuangan Syariah untuk Masa Depan Ekonomi Aceh”.

Selain Mawardi Nur, forum tersebut menghadirkan Direktur Utama PT PEMA Global Energi Firdaus Noezula, Guru Besar Ekonomi Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof. Dr. Hafas Furqani, serta Anggota Komisi III DPRA Muhammad Rizky.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

HUT ke-53 Bank Aceh: Momentum Memperkuat Amanah, Menumbuhkan Keberkahan Bagi Aceh

Ekbis

LKBN ANTARA Biro Sultra Gelar Pelatihan Fotografi Produk untuk 50 Pelaku UMKM di Kendari

Ekbis

Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Ekbis

Pemko Banda Aceh dan Koperasi HIKMAH Teken Kesepakatan Hilirisasi Nilam

Daerah

Kedepankan Komunikasi dan Kemitraan yang Erat dengan Media Massa, PT Solusi Bangun Andalas Raih Dua Penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers Indonesia

Ekbis

Update Harga Emas di Pegadaian Senin 6 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri 24

Ekbis

Listrik Padam, KADIN Aceh Tuding PLN Tak Serius

Ekbis

Saham PT Adhi Karya Melonjak Naik