Home / Pemko Banda Aceh

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wali Kota Illiza Buka Festival Kenduri Laot 2026 di Ulee Lheue, Ajak Masyarakat Jaga Laut dan Majukan Ekonomi Nelayan

REDAKSI

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Festival Kenduri Laot dan Kenduri Anak Nelayan Aceh di Dermaga Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Rabu 22 Juli 2026.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Festival Kenduri Laot dan Kenduri Anak Nelayan Aceh di Dermaga Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Rabu 22 Juli 2026.

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi membuka Festival Kenduri Laot dan Kenduri Anak Nelayan Aceh di Dermaga Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi, Ulee Lheue, Rabu, 22 Juli 2026.

Kenduri laot tahun ini mengusung tema “Merawat Adat, Mensyukuri Nikmat Laut, dan Menguatkan Persaudaraan Pesisir”. Rangkaian acaranya antara lain zikir dan doa, penampilan tarian tradisional seperti Rapai Geleng, Tarek Pukat, dan Likok Pulo, santunan anak yatim, serta mengajak anak yatim naik perahu hias untuk memperkenalkan Lhok Kuala Cangkoi.

Di lokasi acara juga dilaksanakan pameran foto, pemutaran film, dan bazar UMKM, serta pengumuman pemenang lomba foto. Tak ketinggalan, menjelang siang ada jamuan makan/kenduri bersama dengan menu utama Kuah Beulangong.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Ikuti Deklarasi Techpreneur DEAL 2026, Komit Bangun Ekosistem Startup Lokal

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi kepada Majelis Adat Aceh (MAA) Banda Aceh, Yayasan Pangkai Meureunoe Aneuk Nelayan (YPMAN), Panglima Laot, panitia, nelayan, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat pesisir.

“Kenduri Laot adalah ungkapan syukur kepada Allah atas rezeki laut, doa bersama untuk keselamatan nelayan, sekaligus pengingat bahwa laut adalah amanah yang harus kita jaga bersama,” ujar Illiza.

Illiza menegaskan tradisi ini mengandung empat nilai penting, yaitu keislaman, sosial, budaya, dan lingkungan. Menurutnya, melalui Hukom Adat Laot, masyarakat diajarkan memanfaatkan laut dengan tanggung jawab menjaga kelestariannya.

Wali kota juga memaparkan potensi kelautan Banda Aceh, di mana saat ini ada 949 nelayan dengan 604 unit kapal, dan produksi hasil tangkapan mencapai 20.535,23 ton/tahun. Pemko juga mencatat kebutuhan BBM 4.803 KL/tahun dan telah tersedia tujuh unit cold storage untuk menunjang aktivitas melaut.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh: Kami Tidak Menyangka Ada ASN Yang Terlibat Terorisme

Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, Pemko Banda Aceh mendorong pengolahan hasil laut dan perluasan pemasaran lewat aplikasi berbasis digital, salah satunya “Usaha Teman”. Illiza juga mengajak seluruh nelayan memiliki Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) agar semakin mudah mendapat bantuan, pelatihan, dan program pemberdayaan.

Di akhir sambutan, Illiza mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga laut dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi pemakaian kantong plastik, dan berpedoman pada Hukom Adat Laot warisan indatu.“Mari kita manfaatkan sumber daya laut secara bijaksana, karena laut yang kita jaga hari ini akan menjadi sumber kehidupan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Banda Aceh Bagikan Daging Meugang untuk Penyandang Disabilitas

Sementara itu, Ketua MAA Banda Aceh, Tgk Ameer Hamzah, menyebut Khanduri Laot sebagai tradisi turun-temurun masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan.

“Mensyukuri nikmat Allah ini secara turun-temurun telah diwujudkan dalam masyarakat Aceh melalui berbagai tradisi adat, seperti para nelayan cara bersyukurnya dengan khanduri laut dan para petani dengan khanduri blang dan kenduri glee,” katanya.

Kata Ameer, tradisi-tradisi tersebut telah disesuaikan dengan ajaran Islam sehingga tidak mengandung unsur kemusyrikan. Ia pun menegaskan bahwa adat dan syariat harus berjalan beriringan. “Selama suatu tradisi tidak bertentangan dengan syariat Islam, adat dapat terus dilestarikan,” ujarnya.  [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Lantik 24 Pejabat Pendidikan, Tekankan Pentingnya Karakter dan Sekolah yang Menyenangkan

Pemko Banda Aceh

Kolaborasi Wujudkan Kota Sehat, Pemko Banda Aceh Raih National Governance Award 2026

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Raih IPM Tertinggi Nasional 2025 di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Berita

Raih Paritrana Award Terbaik se-Aceh, Wujud Komitmen Illiza Lindungi Pekerja Rentan

Pemko Banda Aceh

Wali kota Banda Aceh Illiza Apresiasi Pembangunan RS Bunda Thamrin di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Gelar Kajian Akbar ‘Banda Aceh Berhaji’, Afdhal: Mulai Ikhtiar ke Tanah Suci Sejak Dini

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Tinjau UMKM Capli Sambal Ijo, Dukung Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Lanjutkan Kerja Sama Siter City Banda Aceh – Higashimatsushima Fokus Pemberdayaan Masyarakat