Home / Pemko Banda Aceh

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:16 WIB

Wali Kota Illiza Tinjau Revitalisasi Smep Peunayong, Akan Jadi Kawasan Terpadu Ekonomi, Wisata Sejarah dan Ruang Publik

REDAKSI

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau pengerjaan Penataan Kawasan Lapangan Smep Peunayong, Selasa 21 Juli 2026.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau pengerjaan Penataan Kawasan Lapangan Smep Peunayong, Selasa 21 Juli 2026.

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal melakukan peninjauan pengerjaan Penataan Kawasan Lapangan Smep Peunayong pada Selasa (21/07/2026) di Peunayong.

Illiza mengatakan Pasar Smep ini nantinya menjadi kawasan perdagangan terpadu yang menggabungkan fungsi ekonomi, wisata sejarah, serta ruang publik. Revitalisasi ini menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai upaya menghidupkan kembali kawasan yang selama ini dinilai kumuh dan kurang produktif.

Kata Illiza, Pasar Smep awalnya dibangun sebagai lokasi relokasi pedagang pasca tsunami yang sebelumnya berjualan di kawasan Pasar Aceh dan sejumlah titik lainnya. Namun seiring waktu, kondisi pasar mulai mengalami penurunan, banyak kios kosong, dan aktivitas perdagangan tidak lagi berkembang.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Buka AI Goes to School Offline Tahap 2

“Tempat ini sudah mulai kumuh, pedagang juga sudah tidak begitu laku dan banyak kios yang kosong. Karena itu kita ingin mengembalikan fungsi kawasan ini agar kembali hidup,” ujar Illiza.

Illiza menjelaskan, revitalisasi Pasar Smep tidak hanya difokuskan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga akan menghadirkan konsep kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya. Nantinya akan tersedia pertokoan, area UMKM, kafe, amphitheater, hingga ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat.

Baca Juga :  Digitalisasi Subsidi BBM: Pemko Banda Aceh Optimalkan Aplikasi XSTAR untuk Nelayan

Illiza menambahkan, desain kawasan akan menampilkan keberagaman budaya yang menjadi bagian dari sejarah Banda Aceh. Ornamen dari berbagai etnis dan negara yang memiliki hubungan historis dengan Aceh, seperti Tionghoa, Turki, India, dan lainnya akan dihadirkan sebagai identitas kawasan.

“Kita ingin menghadirkan kawasan yang mencerminkan keberagaman dan sejarah Banda Aceh, bukan hanya mengangkat satu etnis saja. Ini menjadi simbol kota yang inklusif dan penuh kolaborasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Wali Kota Illiza Lanjutkan Kerja Sama Siter City Banda Aceh - Higashimatsushima Fokus Pemberdayaan Masyarakat

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan.

“Ke depan, kawasan tersebut juga akan diintegrasikan dengan aktivitas ekonomi malam melalui konsep car free night, pusat kuliner, pasar produk UMKM, serta berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” pungkas illiza.  [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Borong Prestasi, Pemko Raih Penghargaan Pendidikan Nasional

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Launching Pasar 1001 Malam, Ajak Belanja Produk Lokal

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Luncurkan Sosialisasi Waste Collecting Point

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Gayo Lues, Tekadkan Solidaritas Antar Daerah

Pemko Banda Aceh

Dinsos Banda Aceh Beri Bantuan Alat Bantu bagi Lansia Pasca Amputasi

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Hadiri Audiensi JKPI dengan Wamendagri, Bahas Rakernas Ternate dan Penguatan Warisan Budaya

Pemko Banda Aceh

Peringati HKB 2026, BNPB-Pemko Tanam 2007 Pohon di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh dan BBPVP Jalin MoU Kerja Sama