Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan para korban mendapatkan perhatian serta penanganan medis dan infrastruktur yang serius dari pemerintah.
Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menjelaskan pada Rabu (6/5/2026) bahwa rangkaian kunjungan telah berlangsung sejak 3 Mei di Kabupaten Aceh Tamiang dan berlanjut ke Kabupaten Pidie Jaya pada 4 Mei 2026.
Di Desa Pante Perlak, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, Wali Nanggroe berdialog langsung dengan warga korban banjir dan longsor tahun lalu yang kini masih berada di pengungsian. Beliau mengimbau warga yang telah mendapatkan Hunian Sementara (Huntara) untuk segera menempatinya, sembari meminta warga lainnya bersabar menunggu proses pembangunan relokasi rampung.
“Kita berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan seluruh pembangunan hunian bagi saudara-saudara kita. Semua ini membutuhkan proses agar kita dapat bangkit kembali bersama,” ujar Wali Nanggroe.
Selanjutnya, di Kabupaten Pidie Jaya, Wali Nanggroe mengunjungi kawasan Krueng Meureudu dan lahan pertanian warga didampingi oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, beserta unsur Forkopimda. Beliau menekankan bahwa sektor pertanian adalah penopang utama ekonomi Aceh yang harus menjadi prioritas dalam pemulihan pasca-bencana.
Wali Nanggroe menegaskan akan menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan kepada pihak pemerintah agar pemulihan ekonomi warga berlangsung lebih cepat.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, melaporkan bahwa meski rehabilitasi jalan telah dilakukan, ancaman banjir susulan masih menghantui warga di sekitar aliran Krueng Meureudu. Hal ini disebabkan oleh sedimentasi sungai yang parah, di mana kedalaman sungai kini hanya tersisa dua hingga tiga meter dari pemukiman.
“Jika hujan turun dengan intensitas sedikit lebih deras saja, air langsung meluap. Karena itu, pengerukan sungai harus terus dilakukan,” jelas Sibral Malasyi.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Wali Nanggroe untuk memastikan perlindungan dan dukungan bagi masyarakat terdampak guna mempercepat kebangkitan sosial-ekonomi di Aceh.
Editor: Redaksi


