Home / Aceh Besar

Minggu, 12 April 2026 - 10:35 WIB

Warga Aceh Besar Ultimatum Pelaku Tambang Ilegal: “Kami Beri Waktu Tiga Hari Hentikan Aktivitas”

REDAKSI

Warga Aceh Besar yang tergabung dalam koordinasi Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar mengultimatum pelaku tambang ilegal agar menghentikan aktivitas dalam tiga hari atau mereka yang akan turun ke lapangan melakukan tindakan tegas. Sikap tegas itu diputuskan pada rapat koordinasi di Gampong Jalin, Sabtu malam, 11 April 2026. (Foto kiriman warga).

Warga Aceh Besar yang tergabung dalam koordinasi Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar mengultimatum pelaku tambang ilegal agar menghentikan aktivitas dalam tiga hari atau mereka yang akan turun ke lapangan melakukan tindakan tegas. Sikap tegas itu diputuskan pada rapat koordinasi di Gampong Jalin, Sabtu malam, 11 April 2026. (Foto kiriman warga).

Jantho – Warga yang tergabung dalam rapat koordinasi di Gampong Jalin, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar memberikan ultimatum keras kepada pelaku tambang emas ilegal yang diduga menjadi penyebab keruhnya aliran Sungai Krueng Aceh. Warga memberikan waktu tiga hari untuk menghentikan seluruh aktivitas penambangan.

Rapat dipimpin oleh Imum Mukim Darwin berlangsung di Menasah Gampong Jalin, Sabtu malam, 11 April 2026 dihadiri oleh Ketua Forum Keuchik, seluruh keuchik wilayah Kecamatan Jantho, Tuha Peut, serta perwakilan pemuda.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Amankan 3,7 Kg Ganja dan Tersangka

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat sepakat menolak keras aktivitas tambang ilegal yang terus beroperasi.

Hal ini disebabkan limbah hasil galian telah menyebabkan air Krueng Aceh menjadi keruh setiap hari dan mencemari lingkungan, sehingga mengganggu kebutuhan hidup warga.

Baca Juga :  Gubernur Terima Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun 2024 dari BPKP 

“Kami memberikan waktu tiga hari kepada para penambang untuk menghentikan kegiatan mereka secara bertahap dan total. Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada tindakan nyata, maka warga akan turun langsung ke lapangan untuk mengambil langkah tegas,” tegas Darwin mewakili masyarakat.

Baca Juga :  Pangdam IM hadiri HUT Ke -79 Persit Kartika Chandra Kirana

Sikap keras ini juga didukung penuh oleh seluruh elemen yang hadir. Mereka menegaskan bahwa kelestarian sungai dan kesehatan masyarakat jauh lebih penting daripada aktivitas yang merusak tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh pihak masih menunggu respons dari pelaku tambang untuk mematuhi peringatan yang disampaikan oleh masyarakat setempat.[]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

PERISAI PUTIH ATJEH laksanakan kegiatan NAPAK TILAS KE – XXI bagi Askar MUIZZUL’ muluk Furussiyya ( MMF) dan para Pelatih Muda PPA.

Aceh Besar

Wali Nanggroe Terima Kunjungan Hamid Awaluddin, Bahas Rencana Penambahan Batalyon di Aceh

Aceh Besar

Staf Ahli Bupati Ajak Masyarakat Indrapuri Serius Ikuti Musrenbang RKPD 2027

Aceh Besar

Satpol PP dan WH Aceh Besar Bersama Bea Cukai Tertibkan Rokok Ilegal di Kuta Baro dan Blang Bintang

Aceh Besar

Ketua Dekranasda Aceh Besar Rita Mayasari Hadiri Puncak HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan

Aceh Besar

Pj Gubernur Aceh Apresiasi Kebersihan Fasilitas Pelabuhan Ulee Lheue

Aceh Besar

Jelang Penutupan Pendaftaran, Jufrizal Resmi Maju Lagi sebagai Calon Ketua PWI Aceh Besar

Aceh Besar

Angkasa Pura Indonesia Ajak Siswa SDN Bueng Cala Pahami Keselamatan Penerbangan