Home / Daerah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:19 WIB

10 Tahun Kolam Labuh Dangkal, Nelayan Ujung Serangga Abdya Terpaksa Swadaya Keruk Pelabuhan

REDAKSI

Kolam labuh Pelabuhan Ujung Serangga Susoh dangkal 10 tahun tak ditangani, nelayan patungan sewa ekskavator.

Kolam labuh Pelabuhan Ujung Serangga Susoh dangkal 10 tahun tak ditangani, nelayan patungan sewa ekskavator.

ABDYA — Nelayan di Pelabuhan Ujung Serangga, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), harus menanggung beban ganda. Akibat pendangkalan kolam labuh yang telah berlangsung lebih dari satu dekade tanpa penanganan memadai dari pemerintah, para nelayan terpaksa patungan merogoh kocek pribadi untuk menyewa alat berat.

Panglima Laot Aceh Barat Daya, T. Indra Kusuma, menilai kawasan pantai barat selatan Aceh, khususnya Abdya, seolah tidak mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.

“Daerah barat selatan Aceh, khususnya Aceh Barat Daya, ini seperti anak tiri. Masyarakat sudah tidak tahan karena Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh tidak mengubris,” ujar Indra, Minggu (11/10/2026).

Baca Juga :  Kodim 0108/Agara mulai pasang Papan Lantai Jembatan Gantung di Kuta Ujung Agara

Fasilitas Vital yang Terbengkalai

Indra menjelaskan bahwa kolam labuh merupakan fasilitas vital bagi nelayan untuk menyandarkan perahu, baik saat berlabuh biasa maupun ketika menjalani perawatan dan perbaikan (docking). Namun, ketiadaan penanganan pemerintah membuat aktivitas dan mata pencaharian nelayan menjadi terganggu.

Di tengah keharusan melaut demi menafkahi keluarga, nelayan justru dibebani biaya tambahan untuk memperbaiki fasilitas publik yang seharusnya ditangani negara.

“Kami berharap pemerintah tidak tutup mata. Ini menyangkut mata pencaharian masyarakat nelayan,” ujarnya.

Pengerukan Swadaya Terkendala Anggaran

Karena tak kunjung ada kepastian, para nelayan berinisiatif mengumpulkan dana swadaya untuk menyewa sebuah ekskavator. Namun, dana yang berhasil dihimpun nelayan saat ini baru mencukupi biaya operasional selama 4 hari, padahal pengerukan secara menyeluruh diperkirakan membutuhkan waktu hingga 25 hari.

Baca Juga :  Kapolresta Banda Aceh: Banyak Warga yang Minta untuk Pembentukan Kampung Bebas dari Narkoba

Proses pengerukan pun terancam terhenti dan baru akan dilanjutkan jika dana swadaya kembali terkumpul. Keterbatasan anggaran ini membuat persoalan pendangkalan yang sudah bertahun-tahun belum sepenuhnya teratasi.

Melihat kondisi tersebut, Indra turut membuka kesempatan bagi masyarakat luas yang ingin mengulurkan bantuan.

“Kalau mau donasi, silakan,” tambah Indra.

Desak Kehadiran Pemerintah dan DPR

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Umumkan Hasil Seleksi Administrasi JPT Pratama 2026

Terlepas dari pembagian kewenangan pengelolaan pelabuhan yang rumit, Indra menegaskan bahwa yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kehadiran dan solusi konkret dari pemerintah. Ia mendesak Dinas Kelautan dan Perikanan serta para anggota DPR untuk turun tangan memperjuangkan nasib nelayan Ujung Serangga.

“Kita berharap pemerintah dapat hadir bersama masyarakat nelayan, karena ini salah satu pemenuhan kebutuhan mata pencaharian nelayan,” pungkasnya.

Persoalan ini kini menjadi ujian nyata bagi pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat pesisir tidak terus terbengkalai, sehingga aktivitas ekonomi warga dapat berjalan dengan aman dan layak.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Pengurus PWI Nagan Raya Silaturahmi ke Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Jeuram

Daerah

Polres Bireuen Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan, Pelaku Ternyata Orang Dekat Korban

Daerah

KONSTITUSI YANG TERKALAHKAN OLEH UANG KULIAH TUNGGAL (UKT)

Daerah

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

Daerah

Kapolda Sebrangi Sungai Tingkeum untuk Tembus ke Aceh Utara, Sempat Temui Warga yang Tertahan di Kutablang

Daerah

Ketua Dharma Wanita Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Aceh Utara

Daerah

Masyarakat Aceh Tamiang Demo Kantor Bupati, Pertanyakan Status HGU PT Semadam

Daerah

Antar Bantuan Pemkot Mojokerto, Wali Kota Illiza Disambut Hangat Warga Aceh Utara