Home / Nasional

Minggu, 9 November 2025 - 10:31 WIB

SAHRONI MELAWAN! Bongkar ‘Serangan Sistematis’ Hoaks ‘Black Mamba’ Pasca-Penjarahan: “Anak-anak Saya Kena Bully Gila! 

REDAKSI

Jakarta — Anggota DPR nonaktif, Ahmad Sahroni, akhirnya buka suara dengan nada keras menanggapi isu liar dan manipulatif di media sosial yang menyebut benda terlarang “black mamba” ditemukan di rumahnya pasca-penjarahan 30 Agustus 2025.

​Bukan sekadar hoaks biasa, Sahroni menuding kabar ini adalah “serangan sistematis” yang sengaja direncanakan untuk menjatuhkan karakternya.

​Dalam tayangan YouTube Total Politik (15 September 2025), Sahroni menegaskan bahwa isu “black mamba” tersebut adalah manipulasi gambar tahun 2020 yang berasal dari luar negeri, bukan dari rumahnya di Tanjung Priok.

Baca Juga :  Kapolri Turun ke Posko Terpadu, Pastikan Kesiapan Personel Operasi Ketupat 2025

​“Lu bayangin, itu kejadian di rumah di Lebanon tahun 2020. Dikeluarin, kan gila. Dituduh kita yang ‘black mamba’. Ini alat loh, alat gede yang dipakai sekelompok orang untuk menghajar gua,” tegas Sahroni, menuduh ada pihak yang sengaja merencanakan pemojokan karakternya.

Baca Juga :  Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Kapolri Perkuat Sinergi dengan Media dan Masyarakat

​Korban Politik Berdampak pada Anak

​Konsekuensi dari serangan siber ini jauh lebih menyakitkan daripada kerugian politik. Sahroni mengungkapkan dengan pilu bahwa anak-anaknya turut menjadi sasaran bully dan hujatan keji di media sosial akibat fitnah tersebut.

​“Kasian juga mereka, dua-duanya (anak) di-bully. Dihujat anak haram lah, jahaham. Bayangin bahasanya,” terang Sahroni.

​Keterangan ini menggarisbawahi bagaimana isu yang dibuat-buat ini tidak hanya mengganggu proses hukum kasus penjarahan, tetapi juga secara brutal menyerang privasi dan psikologis keluarga.

Baca Juga :  Prabowo Puji Mualem di SPIEF Rusia: Eks Panglima GAM, Kini Bisa Bersatu

​Data faktual dari reverse image search membuktikan kebenaran bantahan Sahroni: foto yang beredar berasal dari salah satu rumah artis Lebanon saat ledakan Pelabuhan Beirut pada tahun 2020, memperkuat dugaan adanya upaya manipulasi informasi lama untuk tujuan politik saat ini.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekbis

Berlakunya Tarif 32% Pada 1 Agustus 2025 Mendatang di Indonesia,Industri Padat Karya Terpukul Paling Keras

Hukum

Ditpolairud Polda Aceh Bongkar Kasus Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi, Satu Pelaku dan 2 Ton Pupuk Diamankan

Nasional

Satgas Damai Cartenz Amankan Ibadah Minggu, Warga Sinak Berdoa dengan Tenang

Hukum

Beginilah Drama Hukum Berujung: Putusan Final Mahkamah Agung Ternyata Dapat Ditambah

Nasional

Mualem Minta Dukungan Menteri LHK untuk Dana Abadi Kombatan dan Korban Konflik

Berita

Biaya Haji 2025 Turun, Ini Nominal yang Disepakati

Nasional

Komite Protes Ketentuan Perjanjian RI–AS yang Dinilai Lemahkan Ekosistem Pers

Nasional

Jelang HUT ke-80 RI,Presiden Prabowo Luncurkan 3 Program Strategis