Home / Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:37 WIB

Disdik Aceh Perkuat Pembelajaran STEM Inklusif Lewat Training of Trainer

Redaksi

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, membuka kegiatan Training of Trainer Mendesain Pembelajaran STEM Inklusif yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Aceh, 15 Januari 2026, dengan peserta dari unsur pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, membuka kegiatan Training of Trainer Mendesain Pembelajaran STEM Inklusif yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Aceh, 15 Januari 2026, dengan peserta dari unsur pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, dan mahasiswa.

Banda Aceh — Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh terus memperkuat kualitas dan pemerataan layanan pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Mendesain Pembelajaran STEM Inklusif yang digelar pada 15 Januari 2026 di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta lintas peran yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, serta mahasiswa. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi para pendidik dan calon pendidik dalam merancang serta menerapkan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang inklusif dan berkeadilan.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Tekankan Budaya Kerja dan Evaluasi Sekolah sebagai Kunci Meningkatkan Mutu Pendidikan

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan dalam menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21.

Dalam sambutannya, Murthalamuddin menyampaikan bahwa pembelajaran STEM tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus dirancang agar mampu menjangkau seluruh peserta didik tanpa diskriminasi.

“Pendidikan yang maju adalah pendidikan yang mampu melayani semua anak. Pembelajaran STEM harus dirancang secara inklusif agar setiap peserta didik, dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam, mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan bermakna,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakili Kadisdikbud Aceh Besar, Sekdisdikbud Fahrurrazi Buka Pemilihan Ketua MKKS SMP

Melalui Training of Trainer ini, para peserta dibekali pemahaman konseptual dan keterampilan praktis dalam mendesain pembelajaran STEM yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual. Para peserta juga diharapkan dapat menjadi trainer atau penggerak di lingkungan sekolah dan komunitas pendidikan masing-masing.

Selain sebagai ajang peningkatan kapasitas, kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama antarpemangku kepentingan pendidikan. Diskusi dan praktik yang dilakukan selama pelatihan mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi, karakter, dan keadilan layanan pendidikan.

Baca Juga :  Pasca Banjir Besar, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau dan Pimpin Upacara Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang

Murthalamuddin menegaskan, Dinas Pendidikan Aceh berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya praktik-praktik pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pendidikan Aceh harus bangkit dan terus bergerak maju. Melalui penguatan kompetensi pendidik dan pembelajaran inklusif, kita ingin memastikan tidak ada anak Aceh yang tertinggal,” pungkasnya.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Siswa Aceh Torehkan Prestasi di OSN Nasional 2025

Pendidikan

Disdik Aceh Gelar Tryout TKA, Tingkatkan Kesiapan Siswa Menghadapi Ujian dan Tantangan Global

Pendidikan

Yayasan Abulyatama Ganti Pimpinan Unaya

Daerah

Peusijuek Awali Hari Pertama Sekolah Siswa SMA Negeri 1 Matangkuli Pascabanjir

Aceh

Disdik Aceh Sosialisasikan Hasil Survei Persepsi Anti Korupsi dan Kualitas Pelayanan

Pemerintah Aceh

Mualem Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Putra-Putri Aceh ke Luar Negeri

Pendidikan

Tiga Siswa SMKN 5 Telkom Banda Aceh Lolos Semifinal Lomba ILPC

Pendidikan

Peringati HTTS 2026, UIN Ar-Raniry Kolaborasi dengan Pemko Banda Aceh Edukasi Bahaya Rokok dan KTR