Home / Pendidikan

Senin, 5 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pasca Banjir Besar, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau dan Pimpin Upacara Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang

REDAKSI

Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti memberikan amanat kepada para siswa di Aceh Tamiang (5/01/2026).

Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti memberikan amanat kepada para siswa di Aceh Tamiang (5/01/2026).

Aceh Tamiang – Pasca banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang serta sejumlah wilayah di Aceh dan setelah memasuki masa pemulihan, kegiatan pendidikan kembali berjalan secara normal. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera hari pertama masuk sekolah tahun 2026 yang berlangsung di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/01/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Kehadiran Mendikdasmen menjadi simbol semangat kebangkitan pendidikan serta dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan di Aceh Tamiang pasca bencana banjir besar yang sempat mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh : Pj. Gubernur Aceh Dorong Lulusan Poltekkes Tingkatkan Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil

Upacara gabungan ini juga diikuti oleh seluruh siswa SMP Negeri 2 Kejuruan Muda, Sejumlah siswa mengikuti upacara tanpa mengenakan seragam sekolah, lantaran pakaian mereka terbawa banjir.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti mengajak para siswa untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT serta membangkitkan semangat belajar melalui yel-yel bersama. Ia menegaskan bahwa musibah bukanlah hukuman, melainkan pelajaran untuk membentuk pribadi yang kuat, tabah, dan mampu bangkit menghadapi masa depan.

“Meski kehilangan harta benda bahkan pakaian, kita tidak boleh kehilangan cita-cita, optimisme, dan semangat belajar. Keterbatasan tidak boleh menghentikan langkah kita,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga :  Simulasi SNBT 2024 : Ini Hasil dan Tindak lanjutnya

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru, pemerintah daerah, dan masyarakat yang tetap bergotong royong agar proses belajar mengajar dapat berlangsung.

“Semangat belajar dan dedikasi bersama mampu melampaui berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan dengan baik demi mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berprestasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Upaya Membangun Iklim Pembelajaran yang Inklusif, Aman, Nyaman, dan Menggembirakan

Abdul Mu’ti menambahkan, sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendata fasilitas sekolah yang rusak akibat banjir dan akan memberikan bantuan revitalisasi untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun ringan.

“Pemerintah juga menyalurkan santunan bagi guru yang masih dirawat serta bantuan school kit kepada sekitar 2.000 siswa terdampak banjir di Aceh Tamiang,” jelas Abdul Mu’ti.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh, serta pejabat struktural lainnya. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Refleksi Pembelajaran Semester Dorong SDM Unggul Indonesia

Berita

Pemerintah Aceh Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di SMA 2 Unggul Ali Hasymy dan SMP 2 Ali Hasymy

Berita

Upaya Membangun Iklim Pembelajaran yang Inklusif, Aman, Nyaman, dan Menggembirakan

Pendidikan

Plt Kadisdik Aceh Turun Langsung, Tegaskan Pengawasan Jujur dan Evaluasi Berkelanjutan

Pendidikan

Tak Layak Digunakan, SMAS–SMPS Bustanul Ulum Minta Relokasi Pasca Banjir Bandang

Pendidikan

Disdik Aceh Percepat Rehabilitasi Sekolah Terdampak Bencana

Pendidikan

Dinas Pendidikan Aceh Pastikan Proses Kerja Sama Media Berjalan Profesional

Pendidikan

Kadisdik Aceh: Melalui Sekolah Unggul Garuda Transformasi, Pendidikan Aceh Siap Terbang Tinggi