Home / Pemerintah Aceh

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:36 WIB

Ratusan Ribu Warga Aceh Masih Mengungsi, Pemerintah Pacu Pembangunan Huntara

REDAKSI

Warga terdampak banjir dan longsor di Aceh masih bertahan di lokasi pengungsian. Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara sebagai langkah pemulihan pascabencana.(16/01/2026).

Warga terdampak banjir dan longsor di Aceh masih bertahan di lokasi pengungsian. Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara sebagai langkah pemulihan pascabencana.(16/01/2026).

Aceh – Hampir dua bulan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025, ribuan warga masih harus bertahan di pengungsian dengan keterbatasan fasilitas. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat sebanyak 155.193 jiwa atau sekitar 49.800 kepala keluarga (KK) belum dapat kembali ke rumah masing-masing akibat kerusakan permukiman yang cukup parah.

Pemerintah Aceh melalui Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor terus memacu proses pemulihan, salah satunya dengan mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak, sembari menyiapkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap).

Baca Juga :  Mualem dan DPRA Bahas Rancangan APBA 2026

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa para pengungsi saat ini tersebar di 988 titik lokasi pengungsian yang berada di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.

“Jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Aceh Utara dengan 67.876 jiwa, kemudian disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 26.040 jiwa, Kabupaten Gayo Lues 19.906 jiwa, dan Kabupaten Pidie Jaya 14.794 jiwa,” ujar Murthalamuddin, Jumat (16/1/2026).

Selain empat wilayah tersebut, pengungsi juga masih tercatat di Kabupaten Aceh Timur sebanyak 8.507 jiwa, Aceh Tengah 8.021 jiwa, Bireuen 5.895 jiwa, Bener Meriah 2.116 jiwa, Nagan Raya 1.763 jiwa, Kota Lhokseumawe 138 jiwa, serta Kabupaten Pidie 137 jiwa.

Baca Juga :  Subulussalam Genap 63 Tahun, Wakil Gubernur Aceh Pimpin Upacara Hari Jadi

Besarnya jumlah pengungsi sejalan dengan tingginya tingkat kerusakan rumah warga akibat terjangan banjir dan longsor. Berdasarkan data terbaru, tercatat 148.819 unit rumah terdampak, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat atau hilang.

Lebih lanjut, Murthalamuddin menjelaskan bahwa dari hasil pendataan lanjutan, terdapat 14.210 unit rumah mengalami rusak berat, sementara 1.942 unit rumah dinyatakan hilang tersapu banjir dan longsor.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Pimpin Rapat Kerja Bupati dan Wali Kota se-Aceh 2025

“Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga yang masih mengungsi. Di saat yang sama, persiapan pembangunan hunian tetap juga sedang dimatangkan agar masyarakat dapat segera kembali hidup layak dan aman,” jelasnya.

Ia menegaskan, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak agar roda kehidupan dapat kembali berjalan normal.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Gubernur Safrizal Verifikasi Penerima Rumah Layak Huni di Aceh Jaya

Daerah

Wagub Aceh Ziarah ke Makam Habib Bugak 

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Perpanjang Keempat Status Tanggap Darurat Bencana hingga 29 Januari 2026

Berita

Marlina Harap Kemendikdasmen Bantu Tingkatkan Kualitas PAUD Aceh 

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Aceh Buka Peluncuran Versi Bahasa Inggris Buku Peularaa Damee

Berita

Bertepatan Malam Nuzulul Qur’an, Mualem Lauching Instruksi Gubernur untuk Wajibkan ASN dan Masyarakat Salat Fardhu Berjamaah

Berita

Marlina Jenguk Dua Warga Lumpuh di Pidie, Akan Fasilitasi Pengobatan ke Banda Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Hadiri Sidang Terbuka Promosi Dokter T.A Khalid di Umpad Bandung