Home / Nasional

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:35 WIB

Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Setoran Fantastis Rp16,9 Triliun Jadi Sorotan

Redaksi

Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) dalam peresmian yang digelar di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Presiden RI Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace) dalam peresmian yang digelar di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Jakarta – Indonesia secara resmi mengumumkan keikutsertaannya dalam Dewan Perdamaian Gaza (Gaza Board of Peace/BoP), sebuah inisiatif internasional yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan ini menandai langkah baru diplomasi Indonesia dalam isu konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung dalam peresmian dewan tersebut yang berlangsung di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menandatangani Piagam Board of Peace sebagai simbol komitmen Indonesia menjadi anggota tetap lembaga tersebut.

Prabowo menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza diharapkan dapat mendorong upaya penghentian kekerasan, memperkuat gencatan senjata, serta memastikan perlindungan terhadap warga sipil yang selama ini menjadi korban utama konflik Israel–Hamas.

Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Di Puncak Jaya

“Indonesia memandang perdamaian sebagai jalan satu-satunya untuk mengakhiri penderitaan kemanusiaan di Gaza,” ujar Prabowo dalam forum tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sebagai respons atas konflik yang tak kunjung usai di kawasan tersebut. Menurut Trump, badan ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memperkuat stabilitas dan keamanan Gaza pasca berbagai upaya gencatan senjata yang dinilai belum optimal.

Trump menyebut BoP sebagai platform alternatif yang lebih cepat dan efektif dalam pengambilan keputusan dibandingkan mekanisme diplomasi multilateral yang ada saat ini.

Namun, pembentukan dewan ini tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah negara Eropa besar memilih untuk tidak bergabung, dengan alasan khawatir Dewan Perdamaian Gaza akan menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik global.

Baca Juga :  Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Kapolri Perkuat Sinergi dengan Media dan Masyarakat

Kritik juga datang dari berbagai pengamat hubungan internasional yang menilai dewan ini berpotensi menjadi alat kepentingan geopolitik negara-negara besar, khususnya dalam mempertahankan pengaruh strategis mereka di kawasan Timur Tengah.

Isu yang paling menyita perhatian publik adalah besaran kontribusi keuangan yang harus disetor negara anggota tetap. Dalam piagam yang ditandatangani Presiden Prabowo, tercantum klausul kewajiban pembayaran kontribusi tahunan dengan nilai yang sangat besar.

Setoran tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat per tahun. Jika dikonversikan ke rupiah, jumlahnya setara sekitar Rp16,9 triliun untuk setiap negara anggota tetap Dewan Perdamaian Gaza.

Besaran dana ini memicu perdebatan di dalam negeri, terutama terkait transparansi penggunaan anggaran, urgensi pembiayaan, serta manfaat langsung yang akan diterima Indonesia dari keikutsertaan tersebut.

Baca Juga :  Bangga! Kontingen Aceh Raih 8 Medali di Peparpenas 2025, Aceh Besar Jadi Penyumbang Terbesar

Kontroversi lainnya adalah penunjukan Donald Trump sebagai ketua dewan sejak awal pendirian. Trump diposisikan sebagai ketua seumur hidup dan figur sentral dalam struktur organisasi Dewan Perdamaian Gaza. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan dominasi satu pihak dalam pengambilan keputusan strategis dewan.

Hingga kini, pemerintah Indonesia belum memberikan penjelasan rinci terkait mekanisme pembayaran kontribusi, sumber anggaran, serta posisi tawar Indonesia dalam struktur kepemimpinan Dewan Perdamaian Gaza.

Keikutsertaan Indonesia di dewan ini pun diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik dan bahan perdebatan, seiring besarnya implikasi politik, diplomatik, dan anggaran negara yang terlibat.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Mendagri atas Anugerah Adat dari Wali Nanggroe

Berita

Aceh Raih Emas di Ajang Senam Jantung Sehat di Lombok, Anissa Pohan Apresiasi Dukungan Marlina

Nasional

Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara Resmi Mengundurkan Diri

Daerah

PT PEMA Ajak 50 Anak Yatim Belanja dan Makan Bersama

Nasional

Di Depan Mualem, Mentan Tegaskan Segera Pulihkan Sawah Terdampak Banjir di Aceh

Nasional

Kapolri Tetapkan Status Gugur dan Berikan KPLB Anumerta Terhadap 3 Personel Terbaiknya

Nasional

Kakanwil Ditjenpas Maluku Utara Teken Pakta Integritas, Perkuat Komitmen Zona Integritas WBK-WBBM

Nasional

Mualem Minta Dukungan Menteri LHK untuk Dana Abadi Kombatan dan Korban Konflik