Home / Daerah

Kamis, 29 Januari 2026 - 08:37 WIB

Bupati Bireuen Tegaskan Tidak Pernah Tolak Huntara untuk Korban Banjir Bandang

Redaksi

Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST menegaskan Pemkab tidak pernah menolak pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang, Rabu (28/1/2026).

Bupati Bireuen H. Mukhlis, ST menegaskan Pemkab tidak pernah menolak pembangunan hunian sementara bagi korban banjir bandang, Rabu (28/1/2026).

Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menegaskan tidak pernah menolak pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menanggapi isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait penanganan pengungsi pascabencana.

Bupati Mukhlis menekankan bahwa sejak awal pemerintah daerah justru terus berupaya mempercepat penyediaan tempat tinggal layak bagi warga terdampak, baik dalam bentuk hunian sementara maupun hunian tetap.

“Sejak awal kami tidak pernah menolak Huntara. Bahkan dalam beberapa pertemuan, ada pengungsi yang justru meminta dibangunkan hunian tetap (huntap),” ujar Mukhlis, Rabu (28/1/2026).

Pembangunan Huntap Sudah Berjalan di Juli

Mukhlis menjelaskan bahwa pembangunan hunian tetap saat ini sudah mulai berjalan di kawasan Balee Panah, Kecamatan Juli, dan akan dilanjutkan di lokasi-lokasi lain dengan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, untuk pembangunan Huntara, Pemkab Bireuen masih melakukan pendataan secara riil di lapangan. Pendataan ini bertujuan memastikan warga benar-benar membutuhkan dan bersedia menempati hunian sementara tersebut.

Baca Juga :  IWATAN Temui PT. PGE, Sampaikan Aspirasi untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Pendataan dilakukan secara ketat dan harus dilengkapi tanda tangan warga penerima. Hal ini dilakukan agar pembangunan Huntara tidak sia-sia atau tidak ditempati setelah selesai dibangun.

“Kami harus pastikan huntara yang dibangun benar-benar ditempati. Kalau ada huntap tentu lebih baik. Tapi kami tidak pernah menolak huntara,” tegasnya.

Pengungsi Huntara Tidak Lagi Terima Dana Tunggu Hunian

Bupati juga menyebutkan adanya aturan bahwa warga yang sudah menempati Huntara maupun Huntap tidak lagi menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi sebagian pengungsi.

Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemkab Bireuen terus mendorong percepatan penyediaan hunian agar warga dapat menjalani ibadah dengan lebih nyaman dan aman.

Jumlah Pengungsi Berkurang, Banyak Tenda Mulai Kosong

Seiring berjalannya waktu, kondisi pengungsian di Kabupaten Bireuen mulai jauh berkurang. Banyak tenda bantuan kini mulai kosong karena sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing, menyewa tempat tinggal sementara, atau menumpang di rumah keluarga.

Baca Juga :  Pj Ketua TP PKK Safriati: Meski di Masa Transisi, Roda Oganisasi Tak Boleh Berhenti

Namun demikian, masih ada ribuan warga yang bertahan di lokasi pengungsian.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen per Selasa (12/1/2026), jumlah pengungsi yang tersisa mencapai:

1.691 kepala keluarga

5.895 jiwa

Tersebar di 9 kecamatan

Pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Jangka, disusul Kecamatan Juli, Kutablang, Peusangan Selatan, Jeumpa, Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Gandapura, dan Peudada.

Masih Terkendala Air Bersih dan Fasilitas MCK

Para pengungsi saat ini menempati berbagai tempat seperti tenda bantuan BNPB, meunasah, rumah guru, rumah keluarga, hingga gubuk darurat.

Meski kebutuhan bahan pokok relatif mencukupi, keterbatasan air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) masih menjadi kendala di beberapa titik pengungsian.

BPBD: Seluruh Korban Sudah Terdata

Plt Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Doli Mardian, memastikan seluruh korban dengan kategori rumah hilang, rusak berat, sedang, maupun ringan telah terdata.

Akses menuju wilayah yang sempat terisolasi seperti Alue Limeng dan Salah Sirong di Kecamatan Jeumpa kini sudah terbuka kembali. Pasokan listrik pun telah kembali normal.

Baca Juga :  Pj Bupati Taufik Salurkan Paket Bantuan Program Gemarikan

BNPB Janjikan Bantuan Hingga 1.000 Unit Huntap

Saat ini, pembangunan 10 unit Huntap tahap awal sedang berlangsung, tiga unit di antaranya berada di Kecamatan Juli.

BNPB juga menjanjikan bantuan pembangunan hingga 1.000 unit Huntap, sementara total kebutuhan hunian tetap di Kabupaten Bireuen diperkirakan mencapai 3.692 unit yang tersebar di 17 kecamatan.

Selain itu, empat kecamatan telah mengusulkan pembangunan Huntara, yakni:

Peusangan

Peusangan Selatan

Peusangan Siblah Krueng

Jangka

Setiap lokasi minimal akan dibangun 48 unit rumah, dengan lahan disiapkan oleh pihak desa.

Masa Transisi Pemulihan Hingga April 2026

Pascabanjir bandang dan longsor, Kabupaten Bireuen kini memasuki masa transisi dan pemulihan selama 90 hari, terhitung sejak 7 Januari hingga 6 April 2026.

Masa pemulihan ini difokuskan pada:

Perbaikan infrastruktur

Pemulihan ekonomi masyarakat

Pembangunan rumah warga

Normalisasi suplai air bersih

BPBD memastikan distribusi bantuan tetap berjalan selama masa pemulihan. Hingga kini stok logistik dinyatakan mencukupi, termasuk penyaluran 660 ton beras bagi masyarakat terdampak banjir.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Ibu Gubernur Aceh Lepas 3 Truk Bantuan Dinsos Aceh ke Tiga Kabupaten Terdampak Banjir

Daerah

Hari Jadi Humas Polri ke – 74, Polresta Gelar Donor Darah dan Pengobatan Gratis 

Daerah

Memorial Living Park Diresmikan, Wagub Minta Pemerintah Pusat Tunaikan Kompensasi untuk Semua Korban DOM 

Daerah

Mualem Tinjau Pelabuhan Krueng Geukueh

Daerah

Wakil Bupati Bireuen Terima Mahasiswa Universitas Almuslim untuk KKM di 12 Kecamatan

Daerah

Abu Len Berpulang, IWATAN Berduka

Daerah

IWAPI Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bireuen, Lhokseumawe dan Aceh Utara

Daerah

Pangdam IM Jalin Sinergi dengan Pemerintah Daerah Aceh Utara dan Lhokseumawe