Home / Daerah

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:30 WIB

Malam Pertama Ramadan, Banjir Susulan Rendam Sejumlah Desa di Pidie Jaya

REDAKSI

Banjir susulan merendam permukiman warga di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu malam (18/2/2026), dengan ketinggian air mencapai 30–60 cm akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada malam pertama Ramadan.

Banjir susulan merendam permukiman warga di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu malam (18/2/2026), dengan ketinggian air mencapai 30–60 cm akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada malam pertama Ramadan.

Pidie jaya – Malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diwarnai dengan banjir susulan yang kembali merendam sejumlah desa dan membuat warga panik. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman masyarakat.

Banjir susulan ini terutama terjadi di wilayah Kecamatan Meurah Dua, dengan beberapa desa terdampak di antaranya Desa Pante Beureune, Desa Dayah Husen, dan Desa Meunasah Mancang. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar malam hari setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung selama beberapa jam.

Baca Juga :  Ketua SPS Aceh hadiri Acara Penobatan UMKM Binaan PEMA

Menurut keterangan warga, kondisi air meningkat dengan cepat sehingga sebagian masyarakat harus mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 30 hingga 60 sentimeter, merendam halaman rumah hingga masuk ke dalam rumah warga.

Baca Juga :  Staf Ahli Adi Darma Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Blang Padang

Situasi banjir yang kembali terjadi pada malam pertama Ramadan membuat warga diliputi kekhawatiran, mengingat sebelumnya wilayah tersebut juga sempat dilanda banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Selain mengganggu aktivitas ibadah Ramadan, genangan air juga berdampak pada aktivitas masyarakat yang baru saja bersiap menjalani hari pertama puasa.

Sejumlah warga terlihat berjaga di sekitar rumah masing-masing untuk memantau perkembangan debit air sungai. Mereka khawatir hujan yang masih berpotensi turun dapat memperparah kondisi banjir. Hingga Rabu malam (18 Februari 2026), air masih menggenangi beberapa kawasan permukiman, meskipun arus air relatif tenang.

Baca Juga :  Istilah Tsunami Perlu Diusung Menjadi Smong

Masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik agar banjir cepat surut dan aktivitas dapat kembali normal, terutama dalam menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Pengerjaan Jembatan Bailey Bale Redelong Bener Meriah Capai 85 Persen, TNI dan Warga terus Kebut Penyelesaian

Daerah

Krisis Gas 3 Kg di Banda Aceh: Pangkalan Kosong, Pengecer Jual Mahal

Daerah

Mualem Bagikan Uang Meugang dari Dana Pribadi, Seribuan Warga Datangi Meuligoe Gubernur Aceh

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf Buka Aceh Ramadhan Festival 2025

Daerah

Dukungan Program Kasad “TNI Manunggal Air” Prajurit Kodam IM bersama Warga Lawe Kingga Pasang Pipa Air bersih

Daerah

Wali Nanggroe: Kunci Kemajuan Aceh ada di Tata Ruang dan Lingkungan

Daerah

Kodam IM kerahkan Yonif TP 853/BRB bersihkan RSUD Aceh Tamiang

Daerah

DPRA Menetapkan Pansus Dan BKD Serta Penjadwalan Pelantikan Gubernur Aceh Terpilih