Jakarta – Kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian yang patut diapresiasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perlambatan di sejumlah negara maju, serta tensi geopolitik yang belum sepenuhnya mereda, Indonesia justru mampu menunjukkan ketahanan dan konsistensi pertumbuhan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV-2025 tumbuh sebesar 5,39 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 0,86 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq). Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen.
Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sementara di antara anggota G20 untuk tahun 2025. Dalam daftar sementara tersebut, Indonesia berhasil melampaui China yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,0 persen sepanjang tahun lalu.
Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa perekonomian nasional tetap solid, meskipun dunia masih dihadapkan pada tekanan inflasi global, suku bunga tinggi di sejumlah negara, serta perlambatan permintaan global.
Hingga Kamis (5/2/2026), dari total anggota G20, baru 12 negara—termasuk Indonesia—yang telah merilis data pertumbuhan ekonomi tahunan 2025. Dengan demikian, posisi Indonesia sebagai peringkat pertama masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring rilis data dari negara anggota lainnya. Meski begitu, capaian ini tetap menjadi pencapaian penting dan menunjukkan daya saing ekonomi Indonesia di level global.
Setelah China, negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi berikutnya adalah Arab Saudi yang mencatatkan pertumbuhan 4,5 persen, disusul Singapura dengan pertumbuhan 4,4 persen sepanjang 2025. Indonesia berhasil melampaui kedua negara tersebut, sekaligus mengungguli sejumlah ekonomi besar lain yang tergabung dalam G20.
Penguatan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tidak lepas dari peran konsumsi domestik yang tetap terjaga, belanja pemerintah yang mendukung stabilitas ekonomi, serta kontribusi sektor-sektor strategis seperti industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Selain itu, stabilitas makroekonomi dan kepercayaan investor juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan.
Dengan capaian ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi global, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Ke depan, tantangan tetap ada, namun fondasi ekonomi yang relatif kuat menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di tahun-tahun berikutnya.(**)
Editor: Redaksi









