Banda Aceh – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia remaja, terus digencarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh. Salah satunya melalui kegiatan edukasi keselamatan berkendara atau safety riding yang digelar bekerja sama dengan Capella Honda bagi pelajar SMA Negeri 2 Kota Banda Aceh, Senin (9/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menyasar puluhan siswa sebagai peserta utama. Pelajar dipilih karena dinilai sebagai kelompok usia yang cukup rentan terlibat kecelakaan lalu lintas, terutama kecelakaan sepeda motor yang mendominasi kasus di Aceh.
Kepala Seksi Sarana dan Angkutan Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Aceh, Renny Anggeraeni Robin, mengatakan bahwa edukasi keselamatan berkendara perlu dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan. Menurutnya, faktor usia, emosi yang masih labil, serta minimnya pemahaman berlalu lintas kerap menjadi pemicu kecelakaan di kalangan remaja.
“Usia adik-adik pelajar ini tingkat kecelakaannya relatif tinggi. Secara emosional masih labil dan seringkali belum memahami risiko di jalan raya. Karena itu, edukasi keselamatan harus diberikan sejak dini agar terbentuk kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas,” ujar Renny.
Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, termasuk kelengkapan administrasi berkendara. Renny mengingatkan para pelajar yang telah memiliki KTP agar tidak mengabaikan kewajiban memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebelum mengendarai sepeda motor di jalan umum.
“Kalau sudah cukup umur dan memiliki KTP, jangan lupa mengurus SIM. Berkendara itu bukan hanya soal bisa mengemudi, tetapi juga soal tanggung jawab dan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas bertajuk “Safe Riding Go To School”, yang bertujuan membangun kesadaran sejak usia sekolah sekaligus menanamkan nilai disiplin berlalu lintas di kalangan pelajar.
Renny juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas di Aceh sebagai bahan refleksi bersama. Berdasarkan data Polda Aceh, sepanjang tahun 2025 tercatat 3.068 kasus kecelakaan sepeda motor, dengan sebagian besar korban berasal dari kelompok usia produktif dan remaja.
“Angka ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap pelajar bisa lebih memahami risiko di jalan dan tidak menganggap remeh keselamatan,” tambahnya.
Dalam penyuluhan tersebut, para siswa dibekali berbagai materi, mulai dari etika berlalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm standar, hingga pemahaman tentang potensi bahaya dan risiko kecelakaan lalu lintas. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan menarik bagi pelajar.
Tak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan, sehingga siswa dapat melihat dan mempraktikkan secara nyata cara berkendara yang aman dan benar. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan sekadar penyampaian materi di dalam kelas.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 2 Banda Aceh, Iqbal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan edukasi keselamatan berkendara tersebut. Menurutnya, sosialisasi seperti ini sangat relevan dengan kondisi pelajar saat ini yang memiliki mobilitas tinggi dan rasa ingin tahu yang besar.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Edukasi keselamatan berlalu lintas sangat penting bagi pelajar, apalagi banyak dari mereka yang sudah mulai menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas sehari-hari,” ujar Iqbal.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya di SMA Negeri 2 Banda Aceh, tetapi juga di sekolah-sekolah lain di Aceh. Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini dan berkontribusi menurunkan angka kecelakaan di masa mendatang.(**)
Editor: Dahlan









