Banda Aceh — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi, S.Pd., M.Pd., menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program pengembangan sumber daya manusia di bidang sepakbola melalui kursus kepelatihan berjenjang. Hal tersebut disampaikannya sebelum secara resmi menutup Kursus Pelatih Sepakbola Lisensi D Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Rabu (12/11/2025) siang itu diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang pembina dan pegiat sepakbola di Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Musriadi menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan kursus pelatih lisensi D ini menjadi modal penting untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Ia menyebut, jika seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan, maka kursus pelatih sepakbola Lisensi C dapat direncanakan untuk dilaksanakan pada tahun 2026 mendatang.
“Dengan keberhasilan kursus pelatih sepakbola yang pertama ini, insyaallah dapat kita lanjutkan tahun depan. Jika semua pihak mendukung, kursus pelatih sepakbola Lisensi C bisa kita rencanakan kembali,” ujar Musriadi, yang disambut tepuk tangan dan sorak antusias dari para peserta.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas harapan Kepala Dispora Kota Banda Aceh, Reza Kamilin, SSTP, yang sebelumnya menyampaikan keinginannya agar pembinaan bagi para pelatih tidak berhenti pada Lisensi D saja, melainkan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi.
Reza menilai para peserta telah menunjukkan semangat belajar yang tinggi selama mengikuti pelatihan. Karena itu, ia berharap mereka mendapat kesempatan lanjutan untuk meningkatkan kompetensi melalui kursus Lisensi C pada tahun 2026.
Musriadi juga menyampaikan apresiasi kepada Dispora Kota Banda Aceh yang telah memprakarsai program pengembangan kapasitas kepelatihan tersebut. Menurutnya, pembinaan pelatih merupakan langkah strategis dan fundamental dalam membangun pondasi olahraga, khususnya sepakbola, agar lebih profesional dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi Dispora Banda Aceh yang telah menghadirkan instruktur nasional dari PSSI. Ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi para calon pelatih untuk memperdalam ilmu serta memahami standar kepelatihan profesional,” katanya.
Lebih lanjut, Musriadi menjelaskan bahwa keberadaan pelatih berlisensi nasional sangat penting untuk menjamin proses pembinaan atlet usia dini dan remaja berjalan secara terarah, sistematis, dan sesuai standar.
Dengan semakin banyaknya pelatih bersertifikat, ia berharap kualitas pembinaan di tingkat klub, sekolah sepakbola (SSB), hingga kompetisi usia dini di Banda Aceh dapat meningkat secara signifikan.
“Pelatih yang kompeten adalah kunci lahirnya atlet-atlet berkualitas. Jika pondasinya kuat, maka prestasi sepakbola Banda Aceh ke depan akan lebih terjamin,” pungkasnya.(**)
Editor: Dahlan












