Home / Daerah

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:07 WIB

Mahasiswa STIK Polri Gelar Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor di Pidie Jaya

Redaksi

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS bersama personel Polres Pidie Jaya memberikan kegiatan trauma healing kepada anak-anak dan masyarakat terdampak banjir dan longsor di Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (19 Februari 2026).

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS bersama personel Polres Pidie Jaya memberikan kegiatan trauma healing kepada anak-anak dan masyarakat terdampak banjir dan longsor di Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (19 Februari 2026).

Meureudu – Upaya pemulihan kondisi psikologis masyarakat pascabencana banjir dan longsor terus dilakukan di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/Widya Pratama Satwika (WPS) menggelar kegiatan trauma healing bagi warga terdampak bencana di Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kamis (19 Februari 2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah hukum Polres Pidie Jaya tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat (Dianmas) mahasiswa STIK Lemdiklat Polri sebagai bentuk implementasi pembelajaran kepemimpinan sekaligus kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana alam.

Banjir dan longsor yang melanda sejumlah kawasan di Pidie Jaya sebelumnya tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material, tetapi juga meninggalkan trauma bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Kondisi ini mendorong mahasiswa STIK turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan psikososial melalui pendekatan humanis.

Baca Juga :  13 Gampong di Aceh Masih Gelap Pascabencana, PLN Andalkan Genset Darurat

Kapolres Pidie Jaya, Ahmad Faisal Pasaribu, melalui Kasi Humas Mahruzar Hariadi, menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat bangkit setelah bencana.

“Program Dianmas STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS ini dilaksanakan dalam bentuk trauma healing kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor. Kegiatan ini menjadi wujud keseriusan Polri dalam mendukung percepatan pemulihan kondisi psikologis warga agar dapat kembali menjalani aktivitas secara normal,” ujar Mahruzar.

Baca Juga :  Pangdam IM Apresiasi gerak cepat personel Kodim 0107/Asel bantu atasi Longsor

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa STIK memberikan berbagai metode pendampingan, mulai dari permainan edukatif untuk anak-anak, motivasi kelompok, pendekatan komunikasi empatik, hingga kegiatan interaktif yang bertujuan mengurangi rasa cemas dan ketakutan pascabencana.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti permainan dan aktivitas kreatif, sementara masyarakat dewasa mendapatkan motivasi serta dukungan moral agar tetap kuat menghadapi situasi pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Paping STIK Fahmi Riza, Kabag SDM Polres Pidie Jaya Mahyuddin, para mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS, personel Bag SDM Polres Pidie Jaya, serta masyarakat setempat yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Baca Juga :  Polda Aceh Kerahkan Ratusan Alsintan untuk Dukung Penanaman Jagung Serentak Kuartal III

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan bagi para mahasiswa STIK untuk memahami langsung dinamika sosial masyarakat serta memperkuat kemampuan kepemimpinan berbasis empati dan pelayanan.

Diharapkan melalui kegiatan trauma healing ini, masyarakat terdampak bencana di wilayah Meureudu dan sekitarnya dapat segera pulih secara psikologis, kembali produktif, serta tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap aman dan kondusif.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Pj Gubernur Safrizal: Karakter Aceh adalah Karakter Islam

Daerah

Mualem Serahkan Usulan Pembangunan Terowongan Geurutee ke Menteri PPN/Bappenas

Berita

Bupati Aceh Besar Hadiri Pembukaan Gelar TTG XXVI di Abdya

Daerah

Kodam Iskandar Muda dan BWS Sumatera I bersinergi bangun Jaringan Irigasi Tersier di Aceh Utara

Daerah

Bupati Bireuen Tegaskan Tidak Pernah Tolak Huntara untuk Korban Banjir Bandang

Daerah

Dampingi Pj Gubernur Aceh Launching Bebas Pasung, Pj Bupati Iswanto Siap Bebaskan Aceh Besar dari ODGJ Pasung

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Dirut Migas Bappenas dan Komut PEMA Aceh Carbon di Balee Sanggamara.

Daerah

Tinjau Huntara Aceh Utara, Mendagri Minta Pendataan Korban Dipercepat