Home / Polri

Senin, 2 Maret 2026 - 12:25 WIB

Polisi di Anambas Jadi Sopir Jenazah Gratis untuk Warga

Redaksi

Aipda Raja Faisal Mushawir saat bersiap mengantar mobil jenazah untuk pelayanan gratis bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.(2/3/2026).

Aipda Raja Faisal Mushawir saat bersiap mengantar mobil jenazah untuk pelayanan gratis bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.(2/3/2026).

Batam — Di balik tugas formal sebagai aparat penegak hukum, ada kisah pengabdian sunyi yang lahir dari empati dan panggilan kemanusiaan. Di wilayah perbatasan Indonesia, tepatnya di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Raja Faisal Mushawir, menjalani pengabdian yang melampaui tugas kedinasan.

Bagi Aipda Raja Faisal, menjadi polisi bukan sekadar profesi, tetapi juga jalan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Sejak tahun 2017, ia secara sukarela menjadi sopir mobil jenazah gratis bagi warga di wilayah kepulauan yang akses fasilitas kesehatannya masih terbatas.

Pria kelahiran Tarempa, Juli 1986 ini telah mengabdi selama lebih dari dua dekade. Selain menjalankan tugas kepolisian sehari-hari, ia selalu siap mengantar jenazah kapan pun dibutuhkan—baik siang maupun malam—tanpa memandang latar belakang agama, status sosial, maupun identitas keluarga.

Berawal dari Keterbatasan, Tumbuh Jadi Pengabdian

Kisah kemanusiaan itu bermula dari aktivitas sosial di organisasi pengurusan jenazah Babul Khairat yang bernaung di Masjid Nurul Ihsan Tarempa. Saat itu, organisasi tersebut menghadapi keterbatasan sumber daya, terutama sopir ambulans yang tidak tersedia akibat kendala pendanaan dan faktor usia para relawan.

Baca Juga :  Polda Aceh Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden

Melihat kondisi tersebut, Raja Faisal menawarkan diri untuk membantu. Keputusan sederhana itu kemudian menjadi rutinitas panjang yang terus ia jalani hingga sekarang.

Mobil jenazah yang digunakan awalnya merupakan hibah pemerintah daerah. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, organisasi Babul Khairat kemudian memperoleh bantuan kendaraan baru melalui program kemitraan dari Bank Riau Kepri.

Kendaraan tersebut kini melayani ribuan masyarakat di wilayah kepulauan, termasuk Kecamatan Siantan dan daerah sekitarnya.

Melayani Hingga Pelosok Kepulauan

Kondisi geografis wilayah kepulauan menjadikan pelayanan jenazah tidak selalu mudah. Banyak perjalanan harus ditempuh melalui jalur laut dengan waktu tempuh panjang dan cuaca yang tidak menentu.

Raja Faisal mengaku tidak pernah menghitung berapa banyak jenazah yang telah ia antarkan selama hampir satu dekade. Baginya, setiap perjalanan adalah amanah.

Baca Juga :  Bareskrim Periksa Admin Kanal YouTube Pandji Terkait Dugaan Penghinaan Suku Toraja

Masa paling berat ia rasakan ketika pandemi melanda. Intensitas pelayanan meningkat drastis, bahkan ia turut membantu evakuasi pasien darurat bersama tenaga kesehatan.

“Pernah terlintas di pikiran saya, saat mengantar jenazah di tengah malam, mungkin suatu hari nanti saya juga akan berada di posisi yang sama. Semua hanya soal waktu,” ujarnya.

Keluarga Jadi Sumber Kekuatan

Pengabdian Raja Faisal tidak berjalan sendiri. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama. Sang istri, Maryam, yang berprofesi sebagai bidan di wilayah Siantan, juga aktif membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan.

Keduanya kerap bekerja bersama membantu warga yang membutuhkan, mulai dari mengantar ibu melahirkan hingga mencarikan obat-obatan melalui jaringan Pemolisian Masyarakat.

Hubungan erat dengan masyarakat membuat keluarga mereka juga merasakan kuatnya solidaritas sosial. Saat keluarga Raja Faisal membutuhkan donor darah pasca-persalinan, warga datang berbondong-bondong membantu.

Baca Juga :  Wakapolda Aceh Resmi Tutup Kejuaraan Badminton Kapolda Aceh Cup 2025

Didukung Pimpinan dan Masyarakat

Pengabdian kemanusiaan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran kepolisian setempat, mulai dari Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, hingga Polda Kepulauan Riau.

Bagi pimpinan kepolisian, apa yang dilakukan Raja Faisal merupakan implementasi nyata tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Atas dedikasi tersebut, ia menerima penghargaan langsung dari Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di wilayah perbatasan.

Pengabdian yang Menemani Hingga Perjalanan Terakhir

Kisah Aipda Raja Faisal menjadi gambaran nyata bahwa tugas polisi tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga tentang kemanusiaan.

Di daerah yang jauh dari sorotan, ia hadir tanpa pamrih—mengantar warga dalam perjalanan terakhir kehidupan mereka.

Pengabdian sunyi itu mungkin tidak selalu terlihat, namun dampaknya terasa dalam setiap doa keluarga yang ditinggalkan.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh

Kapolda Aceh: Waktunya Membangun, Disharmoni No

Aceh

Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 Tahun 2025

Polri

Tes Urine Mendadak, Personel Polres Pidie Jaya Negatif Narkoba

Polri

Peringati HUT Ke-77, Polwan Polda Aceh Gelar Baksos dengan Menyalurkan Sembako untuk Warga

Polri

Polresta Banda Aceh Bongkar Dua Kasus Kekerasan Seksual Anak, Dua Tersangka Diamankan

Olahraga

Kejuaraan Badminton Kapolda Aceh Cup 2025 Resmi Dibuka, Laga Perdana Hadirkan Dua Mantan Atlet Nasional

Polri

Peduli Pascabencana, Polres Pidie Jaya Resmikan Depot Air Minum RO Gratis

Polri

Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah Lantik 114 Siswa Diktukba Polri di SPN Polda Aceh