Banda Aceh — Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah memberikan arahan langsung kepada seluruh personel Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) dan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Aceh di Gedung Presisi Polda Aceh, Banda Aceh, Rabu (4/3/2026) pagi. Arahan tersebut menekankan pentingnya profesionalisme, disiplin, serta penguatan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dalam menjaga keamanan serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh perhatian dari para personel yang hadir. Kapolda Aceh hadir didampingi Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo bersama sejumlah pejabat utama Polda Aceh, termasuk pimpinan dari Ditpamobvit, Ditbinmas, serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).
Kabid Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto menjelaskan bahwa kegiatan arahan tersebut diikuti oleh 124 personel, yang terdiri dari 55 personel Ditbinmas dan 69 personel Ditpamobvit. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh personel untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Ia mengatakan, arahan Kapolda Aceh tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan disiplin internal, tetapi juga pada penguatan peran strategis kedua direktorat tersebut dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh.
“Kapolda Aceh memberikan penekanan agar seluruh personel terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, serta pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing, sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Joko dalam keterangannya.
Dalam arahannya, Kapolda Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Ditpamobvit dan Ditbinmas yang selama ini telah bekerja dengan baik dalam menjalankan tugas pembinaan kepada masyarakat maupun pengamanan objek vital di wilayah Aceh.
Menurutnya, peran kedua satuan tersebut sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Ditpamobvit memiliki tanggung jawab besar dalam mengamankan berbagai objek vital yang memiliki nilai strategis bagi negara maupun masyarakat, sementara Ditbinmas berperan sebagai ujung tombak Polri dalam membangun kemitraan dengan masyarakat.
Kapolda menegaskan bahwa seluruh personel harus memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan. Khusus bagi personel Ditpamobvit, Kapolda menekankan pentingnya penguasaan standar pengamanan objek vital secara menyeluruh.
Standar tersebut meliputi pengamanan markas komando (mako), pengamanan aktivitas operasional, perlindungan terhadap arsip atau dokumen penting, hingga pengamanan terhadap personel yang bertugas. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan efektif dan mampu mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.
Sementara itu, kepada personel Ditbinmas, Kapolda Aceh mengingatkan agar terus meningkatkan kegiatan pembinaan kepada masyarakat melalui berbagai pendekatan yang humanis dan komunikatif. Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya ditentukan oleh tindakan penegakan hukum, tetapi juga oleh kuatnya kemitraan antara Polri dan masyarakat.
“Personel Ditbinmas harus terus hadir di tengah masyarakat, melakukan pembinaan, memberikan edukasi, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin meningkat,” ujar Kapolda.
Ia juga menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan salah satu modal utama bagi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Di akhir arahannya, Kapolda Aceh kembali mengingatkan seluruh personel untuk menjaga marwah institusi Polri dalam setiap tindakan maupun perilaku sehari-hari, baik saat menjalankan tugas maupun di luar kedinasan.
Kapolda juga mendorong seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan melalui berbagai latihan rutin, seperti latihan beladiri Polri, latihan menembak, serta peningkatan kesiapan operasional lainnya.
Selain itu, Kapolda menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak oleh seluruh personel Polri. Ia mengingatkan bahwa setiap unggahan di media sosial dapat berdampak langsung terhadap citra institusi Polri di mata masyarakat.
Karena itu, personel diminta untuk lebih berhati-hati dan memastikan setiap aktivitas di ruang digital tetap mencerminkan sikap profesional serta menjaga nama baik institusi.
“Personel diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Dengan demikian, citra positif Polri dapat terus terjaga dan bahkan semakin meningkat,” tutup Joko.
Arahan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel Ditpamobvit dan Ditbinmas Polda Aceh untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Aceh secara profesional dan humanis.(**)
Editor: Dahlan













