Pidie – Kepolisian Daerah Aceh kembali melakukan rotasi jabatan di lingkungan internal sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus pembinaan karier personel. Dalam mutasi terbaru tersebut, IPTU Mirzan, S.H., M.Si resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pidie.
Penunjukan IPTU Mirzan tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Aceh Nomor ST/123/III/KEP.3/2026 tertanggal 2 Maret 2026, yang mengatur sejumlah pergantian jabatan di jajaran kepolisian wilayah Aceh.
Sebelum menduduki jabatan strategis tersebut, IPTU Mirzan menjabat sebagai Kapolsek Blang Bintang Polresta Banda Aceh. Dalam masa kepemimpinannya di wilayah tersebut, ia dikenal sebagai sosok perwira yang aktif turun langsung ke tengah masyarakat serta berupaya membangun pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Menariknya, IPTU Mirzan merupakan putra asli Kecamatan Mutiara, Bereunuen, Kabupaten Pidie. Latar belakang ini membuatnya tidak asing dengan karakter masyarakat maupun kondisi sosial di daerah tersebut. Bahkan sebelumnya ia juga pernah bertugas sebagai Kapolsek Geumpang Polres Pidie, sehingga pemahaman terhadap wilayah hukum Pidie sudah cukup melekat dalam perjalanan kariernya.
Karier IPTU Mirzan di institusi kepolisian dimulai sejak tahun 2010 saat ia mengawali tugas sebagai personel Satuan Reserse Polres Sabang. Dari sana, ia kemudian melanjutkan pengabdian di Satuan Intelkam Polres Pidie, sebelum akhirnya mendapatkan penugasan khusus di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh.
Selama bertugas di BNN Aceh pada periode 2016 hingga 2020, IPTU Mirzan dikenal sebagai salah satu personel yang aktif dalam berbagai operasi besar pemberantasan narkotika. Ia terlibat dalam sejumlah pengungkapan kasus yang menargetkan jaringan peredaran narkoba lintas provinsi hingga internasional.
Dalam berbagai operasi tersebut, tim yang melibatkan IPTU Mirzan berhasil mengungkap jaringan narkotika dengan barang bukti yang tidak sedikit. Di antaranya ratusan kilogram sabu, ribuan butir pil ekstasi, serta ratusan kilogram ganja yang berhasil diamankan dari tangan para pelaku.
Selain pengungkapan kasus peredaran narkotika, IPTU Mirzan juga pernah terlibat dalam operasi pemusnahan ladang ganja yang tersebar di kawasan pegunungan Aceh, khususnya di wilayah Aceh Besar. Dalam operasi tersebut, puluhan hektare ladang ganja berhasil dimusnahkan sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai produksi narkotika di Aceh.
Dari sisi akademik, IPTU Mirzan memiliki latar belakang pendidikan yang cukup kuat. Ia menempuh pendidikan umum hingga meraih gelar Magister (S2) sebelum melanjutkan pendidikan kepolisian melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada tahun 2021 sebagai bagian dari proses pembentukan perwira Polri.
Untuk menunjang profesionalisme di bidang reserse kriminal, IPTU Mirzan juga aktif mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan teknis kepolisian. Beberapa di antaranya Pelatihan Penyidikan Fungsi Reskrim tahun 2010, Dikbangpes Perwira Pertama Dasar Reskrim tahun 2021, Dikbangpes Perwira Utama Penyelidikan Sosial Ekonomi tahun 2023, hingga Sertifikasi Penyidik Tindak Pidana Umum pada tahun 2025.
Pengalaman tersebut menjadikannya memiliki bekal yang cukup kuat dalam menangani berbagai perkara pidana, mulai dari tindak pidana umum hingga kejahatan terorganisir.
Selama menjabat sebagai Kapolsek Blang Bintang, IPTU Mirzan juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan warga, menyerap aspirasi masyarakat, serta menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur Forkopimcam.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya menciptakan suasana keamanan yang kondusif melalui pola kemitraan antara polisi dan masyarakat.
Atas dedikasi serta kinerjanya tersebut, IPTU Mirzan beberapa kali menerima penghargaan dari pimpinan sebagai “Polisi Teladan”. Penghargaan itu diberikan karena ia dinilai mampu menjadi problem solver dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat, baik yang berkaitan dengan keamanan maupun konflik sosial.
Di luar tugas kedinasan, IPTU Mirzan juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia kerap terlibat dalam berbagai program kepedulian sosial seperti santunan anak yatim, kegiatan buka puasa bersama, serta pemberian bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Kini, dengan amanah baru sebagai Kasat Reskrim Polres Pidie, IPTU Mirzan diharapkan mampu membawa semangat baru dalam meningkatkan kinerja Satuan Reserse Kriminal. Tantangan yang dihadapi tentu tidak ringan, mengingat Satreskrim merupakan salah satu fungsi utama kepolisian dalam penegakan hukum.
Dengan pengalaman panjang di bidang penyelidikan, penyidikan, serta penanganan kasus narkotika, IPTU Mirzan diyakini mampu memperkuat kinerja Satreskrim Polres Pidie dalam mengungkap berbagai tindak pidana yang terjadi di wilayah tersebut.
Selain itu, kehadirannya juga diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Pidie agar tetap aman, kondusif, dan terkendali.
Masyarakat pun menaruh harapan besar agar kepemimpinan IPTU Mirzan dapat semakin meningkatkan profesionalisme pelayanan kepolisian, khususnya dalam memberikan rasa keadilan, perlindungan, dan kepastian hukum bagi masyarakat di wilayah Pidie.(**)
Editor: Dahlan













