Home / Ekonomi

Senin, 9 Maret 2026 - 18:22 WIB

AMANAH dan BI Aceh Perkuat Kolaborasi Dorong Ekonomi Kreatif Anak Muda

Redaksi

Ketua Yayasan AMANAH Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST., M.Eng. bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini saat melakukan audiensi membahas kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM di Gedung Bank Indonesia Banda Aceh, Senin (9/3/2026).

Ketua Yayasan AMANAH Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST., M.Eng. bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Agus Chusaini saat melakukan audiensi membahas kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM di Gedung Bank Indonesia Banda Aceh, Senin (9/3/2026).

Banda Aceh – Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis generasi muda dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan audiensi antara Ketua Yayasan AMANAH, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST., M.Eng., dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia Banda Aceh, Senin (9/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Syaifullah Muhammad didampingi Direktur Badan Pekerja AMANAH, Dr. Safwan Nurdin, serta sejumlah koordinator bidang di lingkungan yayasan. Pertemuan ini membahas berbagai peluang sinergi untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas dan program pemberdayaan ekonomi yang dimiliki AMANAH di Kawasan Industri Ladong.

Dr. Syaifullah menjelaskan bahwa kawasan AMANAH di Ladong telah dilengkapi berbagai fasilitas pengembangan ekonomi kreatif dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp200 miliar yang diresmikan pada akhir 2024. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pemberdayaan generasi muda Aceh dalam pengembangan ekonomi kreatif, UMKM, sektor pertanian, serta inovasi teknologi.

Baca Juga :  Investasi Emas Syariah Kian Mudah Bersama Layanan Digital BSI

Untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan tersebut, dilakukan restrukturisasi organisasi dengan membentuk Yayasan AMANAH sebagai lembaga pengelola utama. Dalam struktur baru ini, dewan pembina melibatkan empat pimpinan perguruan tinggi di Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Universitas Teuku Umar, dan Universitas Malikussaleh, serta melibatkan unsur dunia usaha.

Sementara operasional kegiatan dijalankan oleh Badan Pekerja yang dipimpin oleh Dr. Safwan Nurdin bersama tim yang berjumlah sekitar 30 orang.

Kawasan AMANAH sendiri dilengkapi berbagai fasilitas strategis, seperti laboratorium, ruang pelatihan, studio musik dan podcast, rumah kopi, rumah teknologi, rumah kemasan, greenhouse, aula besar, asrama, fasilitas olahraga, café edukasi kopi, hingga ruang pameran UMKM.

Selain itu, tersedia pula sejumlah peralatan produksi bernilai tinggi, seperti mesin roasting kopi, fasilitas pengolahan minyak nilam, serta berbagai peralatan produksi dan pengemasan produk UMKM.

Baca Juga :  Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Dalam diskusi tersebut juga dibahas sejumlah peluang kolaborasi dengan Bank Indonesia, khususnya dalam pengembangan UMKM, inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, serta penyelenggaraan berbagai event ekonomi kreatif yang melibatkan generasi muda.

Fasilitas asrama yang tersedia di kawasan AMANAH juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai pusat pelatihan bagi pelaku UMKM dari berbagai daerah di Aceh.

Selain pengembangan UMKM, sektor komoditas unggulan seperti kopi dan nilam turut menjadi fokus pengembangan. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang ekspor yang besar. AMANAH saat ini telah memiliki fasilitas roasting kopi serta peralatan produksi minyak nilam dan produk turunannya, seperti kosmetik dan skincare berbahan dasar nilam.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama dalam penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Hal ini dapat diwujudkan melalui pemanfaatan fasilitas greenhouse, pengembangan budidaya hortikultura, program penanaman cabai, hingga pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok.

Baca Juga :  Bank Aceh Kembali Raih Predikat WTP Untuk Laporan Keuangan Tahun 2025

Program-program tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Aceh.

Ketua Yayasan AMANAH menegaskan bahwa seluruh fasilitas yang tersedia di kawasan Ladong diharapkan dapat menjadi pusat inovasi, inkubasi bisnis, serta pengembangan ekonomi kreatif bagi generasi muda Aceh.

Sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali seluruh aktivitas di kawasan tersebut, AMANAH juga merencanakan kegiatan Re-launching AMANAH pada April 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kembali berbagai program unggulan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, serta komunitas kreatif di Aceh.

Melalui kolaborasi ini, AMANAH dan Bank Indonesia Aceh diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda, memperkuat UMKM agar naik kelas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Verifikasi Langsung Penerima Bantuan RLH di Simeulue, Gubernur Minta Masyarakat Tetap Semangat

Ekonomi

OJK Tegaskan Isu Pemutihan Data Pinjol adalah Hoaks

Daerah

Pedagang Curhat ke Wagub Fadhlullah: Harga Bergerak Naik, Daya Beli Berkurang

Ekonomi

Komisi III DPRA Panggil Pengusaha BBM, Kejar Pendapatan Aceh dari PBBKB

Ekonomi

Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga

Ekonomi

Investasi Emas Syariah Kian Mudah Bersama Layanan Digital BSI

Ekonomi

DPRK Dukung Pemko Banda Aceh Lakukan Pengawasan terkait Optimalisasi PAD

Ekonomi

Rasa Manis dari Ujung Negeri: Kisah Cokbang, Simbol Kebangkitan Kakao Sabang