Home / Parlementarial

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:10 WIB

Zulkasmi Dorong Investor Kembangkan Budidaya Tiram di Alue Naga

Redaksi

Anggota DPRK Banda Aceh Zulkasmi mendorong Pemko Banda Aceh menggandeng investor untuk mengembangkan budidaya tiram di kawasan Alue Naga guna meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.(11/3/2026)

Anggota DPRK Banda Aceh Zulkasmi mendorong Pemko Banda Aceh menggandeng investor untuk mengembangkan budidaya tiram di kawasan Alue Naga guna meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.(11/3/2026)

Banda Aceh – Politisi dari Partai Demokrat sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh (DPRK) Zulkasmi mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh (Pemko) untuk menggandeng investor dalam mengembangkan potensi budidaya tiram di kawasan Alue Naga. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut, khususnya komoditas tiram.

Menurut Zulkasmi, kawasan Alue Naga dan wilayah pesisir di sekitarnya memiliki potensi sumber daya tiram yang sangat besar dan menjanjikan secara ekonomi. Kondisi perairan yang mendukung serta keberadaan ekosistem alami membuat tiram dapat tumbuh dengan baik di kawasan tersebut.

Namun demikian, ia menilai potensi besar itu belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Selama ini sebagian besar masyarakat masih mengelola budidaya dan pemanenan tiram secara tradisional, sehingga produktivitas serta nilai ekonominya masih relatif rendah.

Baca Juga :  Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh Dorong APBK 2026 Fokus pada Kesejahteraan Warga

“Potensi tiram di kawasan Alue Naga sangat besar. Jika dikelola dengan baik, didukung teknologi yang tepat, serta adanya investasi yang memadai, komoditas ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat,” ujar Zulkasmi kepada media, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran investor sangat diperlukan untuk membantu memperkuat sistem pengelolaan budidaya tiram yang lebih modern dan berkelanjutan. Investor diharapkan dapat berperan dalam berbagai aspek pengembangan, mulai dari penyediaan bibit unggul, teknologi budidaya, hingga pengolahan hasil tiram agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Selain itu, pengembangan sektor ini juga diharapkan tidak hanya berfokus pada produksi mentah, tetapi juga pada pengolahan hasil laut menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan tiram segar, tetapi juga dapat mengembangkan usaha kecil berbasis olahan hasil laut.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Berupaya Mewujudkan Rumah Layak untuk Sang Juru Parkir

“Selama ini masyarakat memanen tiram secara sederhana. Ke depan kita berharap ada sistem budidaya yang lebih modern, termasuk pengolahan hasil tiram menjadi produk bernilai tambah seperti makanan olahan atau produk kuliner khas daerah,” jelasnya.

Zulkasmi menambahkan, jika sektor budidaya tiram di Alue Naga dikelola secara lebih profesional, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para petani tiram, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih luas. Pengembangan usaha ini berpotensi membuka peluang kerja baru bagi masyarakat pesisir, khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga :  Pemerintah Ajukan Rancangan Qanun RPJMD Kepada DPRK Aceh Besar

Menurutnya, pengembangan budidaya tiram juga dapat menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi berbasis kelautan dan perikanan di Banda Aceh. Apalagi wilayah pesisir kota ini memiliki berbagai potensi sumber daya laut yang masih dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Ia pun berharap Pemerintah Kota Banda Aceh melalui dinas terkait segera melakukan kajian komprehensif terkait potensi budidaya tiram di Alue Naga, termasuk memetakan peluang investasi serta model pengembangan yang tepat untuk masyarakat.

“Jika dikelola secara serius dengan melibatkan investor serta dukungan penuh dari pemerintah, sektor tiram ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Alue Naga dan sekitarnya,” pungkas Zulkasmi.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Pemko dan DPRK Banda Aceh Sepakati Raqan APBK 2026

Parlementarial

DPRK Banda Aceh Minta PLN Beri Kompensasi atas Pemadaman Listrik

Aceh

Bahas Ranqan RPJMA 2025-2029, Pemerintah Aceh Apresiasi DPRA

Parlementarial

DPRA Gelar Paripurna Penyampaian Raqan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA TA 2024

Parlementarial

Ketua DPRA Ingatkan Pemerintah di. acehTentang MoU Helsinki dalam Penambahan Bataliyon

Parlementarial

DPRA Setujui Rekomendasi LKPJ Gubernur

Parlementarial

Komisi I DPR Aceh Dorong Kemudahan Pengangkatan PPPK dan Perjuangkan Nasib Tenaga Non-ASN

Parlementarial

DPRA Dukung Gubernur Aceh Tentang Terowongan Gerutee Jadi Prioritas Pembangunan