Pidie Jaya – Partai Gerindra Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban banjir yang saat ini tinggal di hunian sementara (huntara) di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, sejumlah pejabat daerah, serta tokoh masyarakat setempat. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan bersama warga yang terdampak banjir.
Dalam kegiatan yang digelar oleh Partai Gerindra Aceh tersebut, selain berbuka puasa bersama, juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim serta bantuan kepada masyarakat korban banjir yang hingga kini masih menempati hunian sementara.
Pada kesempatan itu, Fadhlullah secara langsung menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim serta paket bantuan kepada warga terdampak banjir. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Menurutnya, momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas sosial, sekaligus berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
“Bulan Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli dan membantu sesama, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Partai Gerindra Aceh tersebut. Ia menilai perhatian dari pemerintah provinsi dan berbagai pihak sangat berarti bagi masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan pascabencana.
Ia berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian sementara.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut ditutup dengan doa bersama agar masyarakat terdampak banjir di Pidie Jaya segera pulih dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.(**)
Editor: Dahlan













