Home / Ekbis

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:39 WIB

Pasca Lebaran, Harga Emas di Banda Aceh Anjlok ke Rp8,1 Juta per Mayam

REDAKSI

Seorang pedagang emas di kawasan Pasar Aceh sedang menunjukkan perhiasan emas kepada calon pembeli, Selasa (31/3/2026). Pasca Idulfitri 1447 Hijriah, warga Banda Aceh terpantau tetap antusias mendatangi toko emas meskipun harga sedang mengalami koreksi tajam ke angka Rp8,1 juta per mayam.

Seorang pedagang emas di kawasan Pasar Aceh sedang menunjukkan perhiasan emas kepada calon pembeli, Selasa (31/3/2026). Pasca Idulfitri 1447 Hijriah, warga Banda Aceh terpantau tetap antusias mendatangi toko emas meskipun harga sedang mengalami koreksi tajam ke angka Rp8,1 juta per mayam.

Banda Aceh – Memasuki masa pasca-perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, harga emas di pasar Kota Banda Aceh mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Saat ini, harga logam mulia tersebut berada di level Rp8.100.000 per mayam, turun drastis dibandingkan periode dua bulan terakhir.

​Koreksi Harga Hingga Rp2 Juta

​Penurunan ini tergolong tajam mengingat sebelumnya harga emas sempat melambung tinggi hingga di atas angka Rp10.000.000 per mayam. Dengan harga saat ini, terjadi koreksi atau penurunan hampir Rp2.000.000 dalam waktu yang relatif singkat.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Kunjungi Peternakan Ayam Petelur di Cot Suruy

​Perlu dicatat bahwa harga Rp8,1 juta tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan, yang rata-rata dipatok antara Rp200.000 hingga Rp300.000 per mayam.

​Faktor Pemicu: Geopolitik Global dan Aksi Jual

​Dava, pedagang di Toko Emas Italy Pasar Aceh, menjelaskan bahwa dinamika harga ini sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Meredanya ketegangan geopolitik internasional disinyalir menjadi pemicu utama turunnya minat investor terhadap aset aman (safe haven).

​”Saat situasi memanas, investor cenderung memburu emas. Namun, ketika kondisi mulai stabil, banyak investor melakukan aksi jual sehingga harga kembali turun,” jelas Dava pada Selasa (31/3/2026).

Baca Juga :  DPRA Aceh Fokus Wujudkan Ketertiban dan Kesejahtraan Masyarakat

​Kondisi Pasar Lokal Pasca Lebaran

​Selain faktor makroekonomi, situasi domestik pasca-Lebaran juga turut memberikan pengaruh. Sebagian masyarakat terpantau mulai menjual kembali simpanan emas mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi setelah pengeluaran besar selama hari raya.

​Meski demikian, Dava menyebutkan bahwa tren pasar masih cukup positif karena minat beli masyarakat tetap tinggi meskipun harga sedang terkoreksi.

Baca Juga :  Nasri Resmi Dilantik sebagai Kepala BPMA Periode 2025-2029

​Proyeksi ke Depan

​Walaupun saat ini sedang mengalami tren menurun, emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi yang paling aman bagi warga Banda Aceh. Mengingat dinamika politik global yang belum sepenuhnya stabil, harga emas diprediksi masih memiliki potensi untuk kembali merangkak naik di masa mendatang.

​Dava pun mengimbau agar masyarakat tetap bijak dalam mengambil keputusan finansial, baik untuk menjual maupun membeli, dengan terus memantau pergerakan pasar secara rutin.

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Ekbis

BSI Aceh Kuncurkan KUR 2024 Capai 3,98 Triliun, Melebihi Target

Ekbis

Jaga Kedaulatan Bangsa, Sinergi Bank Indonesia dan TNI AL dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Aceh

Ekbis

BSI Aceh Gelar Media Gathering Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Induk Lambaro

Ekbis

Aceh Besar Tertarik Kembangkan Kacang Koro Pedang

Ekbis

Ketua Dekranasda Aceh Buka Pelatihan Personal dan Bisnis Branding bagi UMKM

Ekbis

Bank Aceh dan Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Penyediaan Layanan Keuangan Perbankan

Ekbis

Lhokseumawe Terpilih Sebagai Lokasi Pembangunan ORF untuk Migas, Wali Kota Harapkan Manfaat Bagi Masyarakat Lokal