Banda Aceh – Memasuki masa pasca-perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, harga emas di pasar Kota Banda Aceh mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Saat ini, harga logam mulia tersebut berada di level Rp8.100.000 per mayam, turun drastis dibandingkan periode dua bulan terakhir.
Koreksi Harga Hingga Rp2 Juta
Penurunan ini tergolong tajam mengingat sebelumnya harga emas sempat melambung tinggi hingga di atas angka Rp10.000.000 per mayam. Dengan harga saat ini, terjadi koreksi atau penurunan hampir Rp2.000.000 dalam waktu yang relatif singkat.
Perlu dicatat bahwa harga Rp8,1 juta tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan, yang rata-rata dipatok antara Rp200.000 hingga Rp300.000 per mayam.
Faktor Pemicu: Geopolitik Global dan Aksi Jual
Dava, pedagang di Toko Emas Italy Pasar Aceh, menjelaskan bahwa dinamika harga ini sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Meredanya ketegangan geopolitik internasional disinyalir menjadi pemicu utama turunnya minat investor terhadap aset aman (safe haven).
”Saat situasi memanas, investor cenderung memburu emas. Namun, ketika kondisi mulai stabil, banyak investor melakukan aksi jual sehingga harga kembali turun,” jelas Dava pada Selasa (31/3/2026).
Kondisi Pasar Lokal Pasca Lebaran
Selain faktor makroekonomi, situasi domestik pasca-Lebaran juga turut memberikan pengaruh. Sebagian masyarakat terpantau mulai menjual kembali simpanan emas mereka untuk memenuhi kebutuhan ekonomi setelah pengeluaran besar selama hari raya.
Meski demikian, Dava menyebutkan bahwa tren pasar masih cukup positif karena minat beli masyarakat tetap tinggi meskipun harga sedang terkoreksi.
Proyeksi ke Depan
Walaupun saat ini sedang mengalami tren menurun, emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi yang paling aman bagi warga Banda Aceh. Mengingat dinamika politik global yang belum sepenuhnya stabil, harga emas diprediksi masih memiliki potensi untuk kembali merangkak naik di masa mendatang.
Dava pun mengimbau agar masyarakat tetap bijak dalam mengambil keputusan finansial, baik untuk menjual maupun membeli, dengan terus memantau pergerakan pasar secara rutin.
Editor: redaksi









