Home / Pemko Banda Aceh

Jumat, 3 April 2026 - 19:59 WIB

Pemko Banda Aceh Gelar Rapat Koordinasi: Stunting, TBC, dan JKA Dibahas

REDAKSI

Pemko Banda Aceh gelar rapat koordinasi percepatan penanganan stunting, TBC, HIV/AIDS, malaria, dan implementasi JKA sesuai Pergub No. 2/2026, Jum'at 03/04/2026.

Pemko Banda Aceh gelar rapat koordinasi percepatan penanganan stunting, TBC, HIV/AIDS, malaria, dan implementasi JKA sesuai Pergub No. 2/2026, Jum'at 03/04/2026.

Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar rapat koordinasi terkait percepatan penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), HIV/AIDS, malaria, serta implementasi regulasi baru Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) berdasarkan Pergub No. 2 Tahun 2026.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinkes, Dinsos, DPMG, Diskominfotik serta OPD terkait yang bertempat di Ruang Rapat Wakil Walikota Banda Aceh pada Kamis (02/04/2026).

Pada kesempatan itu, Jalaluddin menekankan pentingnya pemenuhan indikator kesehatan, mulai dari usia harapan hidup, angka kematian ibu, prevalensi stunting, hingga insidensi tuberkulosis.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Temukan Puskesmas Pembantu Tutup Saat Jam Pelayanan

“Kami harus terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Jalaluddin.

Lanjut Jalaluddin, Berdasarkan data tahun 2026, total penduduk Kota Banda Aceh tercatat sebanyak 269.552 jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk miskin mencapai 90.252 jiwa. Melalui skema PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional), sebanyak 85.846 jiwa dari desil 1–5 telah ditanggung.

Sementara itu, penduduk yang selama ini ditanggung oleh JKA sebelum Pergub No. 2 Tahun 2026 berjumlah 53.170 jiwa, yang terdiri dari sisa desil 1–5 yang tidak tercakup PBI JKN serta penduduk desil 6–10. Penduduk yang sudah memiliki BPJS Mandiri mencapai 127.798 jiwa (non PBI, meliputi ASN, TNI/Polri, badan usaha, mandiri, dan pensiunan).

Baca Juga :  Pelantikan 7 Ketua TP-PKK Kecamatan, Illiza: Jadikan PKK sebagai Mitra Strategis Pemerintah 

“Masih terdapat 2.738 jiwa yang belum terdata dalam skema asuransi kesehatan apa pun. Fokus perhatian utama saat ini adalah pada penduduk desil 8–10 yang akan dikeluarkan dari PBI-JKA serta sisa penduduk yang belum masuk ke semua skema,” ungkapnya.

Selanjutnya, Kepala Dinkes Kota Banda Aceh, Wahyudi, menyampaikan bahwa data yang digunakan bersumber dari BPJS. Regulasi baru JKA akan mengacu pada Pergub No. 2 Tahun 2026 dan mulai diimplementasikan pada tanggal 1 Mei 2026.

Baca Juga :  Banda Aceh Raih IPM Tertinggi Nasional 2025 di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Adapun beberapa langkah mitigasi yang telah disiapkan antara lain Melakukan sosialisasi Pergub No. 2 Tahun 2026 secara masif, Memfinalkan data penduduk desil 8–10 dan Melakukan reklasifikasi terhadap regulasi tarif layanan yang telah ada, agar tidak berdampak pada pembiayaan kesehatan, obat-obatan, dan BMHP.

Wahyudi berharap, dengan persiapan matang dan kolaborasi lintas sektor, target cakupan kesehatan semesta dapat tercapai dan berbagai indikator kesehatan masyarakat, termasuk penurunan stunting serta pengendalian TBC, HIV/AIDS, dan malaria, dapat terwujud secara berkelanjutan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Banda Aceh Tuan Rumah HKB 2026, Kepala BNPB & Wali Kota Resmikan EWS Deteksi Tsunami-Banjir

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Serahkan RKUA-PPAS APBK-P Banda Aceh 2025 ke Dewan

Parlementarial

Wali Kota dan Ketua DPRK Serahkan Atribut Baru untuk Jukir di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Peringati HKB 2026, BNPB-Pemko Tanam 2007 Pohon di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Beutong Ateuh Benggalang

Nasional

Perkuat Layanan Syariah, RSUD Meuraxa Raih Penghargaan Nasional

Pemko Banda Aceh

Diskominfotik Banda Aceh Gelar Rapat Koordinasi Jelang EPSS 2026

Parlementarial

Ketua DPRK Banda Aceh dan Wali Kota Hadiri Relaunching AMANAH, Tinjau Produk Fesyen UMKM Banda Aceh