Banda Aceh – Harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia terpantau stabil pada Sabtu (25/4/2026). Meski demikian, Pemerintah memberikan sinyal adanya peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi untuk tahap berikutnya menyusul tekanan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi.
Berdasarkan data terbaru pada Jumat (24/4/2026) malam, harga minyak mentah global bertahan di kisaran 95 dolar AS per barel. Lonjakan ini dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang menyebabkan penutupan jalur strategis di Selat Hormuz.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada dinamika pasar.
“Kalau harganya (minyak dunia) turun, ya tidak naik. Tapi kalau harganya begini terus, mungkin pasti ada penyesuaian,” jelas Bahlil di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Sebagai informasi, Pertamina telah melakukan penyesuaian tahap awal pada Sabtu (18/4/2026) dengan menaikkan harga tiga produk, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green masih dipertahankan hingga saat ini.
Daftar Harga BBM Pertamina per 25 April 2026
Hingga hari ini, harga BBM subsidi masih tetap merata di seluruh Indonesia:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
Adapun rincian harga BBM nonsubsidi di beberapa wilayah utama adalah sebagai berikut:
1. Aceh dan Sumatera Utara
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp19.850
Dexlite: Rp24.150
Pertamina Dex: Rp24.450
2. DKI Jakarta, Jawa, Banten, Bali, dan NTB
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp19.400
Pertamax Green 95: Rp12.900 (Hanya di wilayah tertentu)
Dexlite: Rp23.600
Pertamina Dex: Rp23.900
3. Wilayah FTZ (Sabang & Batam)
Sabang: Pertamax (Rp11.550), Dexlite (Rp22.150)
Batam: Pertamax (Rp11.750), Pertamax Turbo (Rp18.450), Dexlite (Rp22.450), Pertamina Dex (Rp22.700)
4. Kalimantan, Sulawesi, dan Papua
Harga rata-rata Pertamax berkisar antara Rp12.600 hingga Rp12.900, tergantung pada zonasi wilayah masing-masing.
Pemerintah akan terus memantau pergerakan pasar global sebelum memutuskan kebijakan penyesuaian harga lebih lanjut guna memastikan kestabilan energi di dalam negeri.
Editor: Redaksi









