Home / Tni

Kamis, 30 April 2026 - 19:09 WIB

Kodim 0102/Pidie Laksanakan Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda, Buka Akses Antar Desa Pasca Bencana

REDAKSI

jembatan darurat untuk pulihkan ekonomi & akses warga dua desa yang terisolir sejak bencana akhir 2025, Kamis 30/04/2026.

jembatan darurat untuk pulihkan ekonomi & akses warga dua desa yang terisolir sejak bencana akhir 2025, Kamis 30/04/2026.

Pidie – Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dengan melaksanakan prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Jembatan ini direncanakan akan menghubungkan Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara, dengan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, pada Rabu (29/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal yang strategis dalam membuka kembali akses transportasi masyarakat yang selama ini terhambat akibat dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025. Terputusnya jalur penghubung antar desa sempat menghambat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, pembangunan jembatan ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos melalui Danramil 09/Mutiara Kapten Inf Ibrahim menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Sambut Bapak Hashim Djojohadikusumo di Bandara Cut Nyak Dhien

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan penghubung dua desa ini. Kami berharap seluruh proses pengerjaan dapat berjalan dengan lancar hingga selesai, sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kapten Ibrahim.

Prosesi ground breaking berlangsung khidmat dan sarat makna, diawali dengan pelaksanaan tradisi adat peusijuek serta doa bersama. Tradisi tersebut merupakan wujud kearifan lokal masyarakat Aceh dalam memohon keselamatan dan keberkahan atas setiap pembangunan yang dilaksanakan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat turut menambah kekhidmatan suasana, sekaligus mencerminkan dukungan penuh terhadap pembangunan tersebut.

Dansatgas Pembangunan Jembatan Perintis wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris menjelaskan bahwa jembatan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 1,2 meter. Pengerjaan akan dilaksanakan oleh tenaga ahli yang kompeten di bidang konstruksi, serta diawasi secara ketat guna memastikan kualitas bangunan sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Baca Juga :  Jembatan Gantung Burlah Capai 50 Persen, Target Rampung Februari 2026

“Pengerjaan dilakukan secara profesional dengan mempedomani standar konstruksi yang telah ditetapkan, sehingga jembatan yang dibangun nantinya tidak hanya kokoh, tetapi juga aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik semata, tetapi juga merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial.

Camat Mutiara, Nasrol, S.Pd., M.Pd dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa selama ini warga harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memutar untuk mencapai desa seberang, yang tentu berdampak pada efisiensi waktu dan biaya.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat akan menjadi jauh lebih mudah. Selain menunjang aktivitas sehari-hari, jembatan ini juga sangat penting dalam situasi darurat, seperti evakuasi saat terjadi bencana,” ungkapnya.

Baca Juga :  955 putra Aceh lulus seleksi TNI AD di Kodam Iskandar Muda 

Kegiatan peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh unsur Muspika, Babinsa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang melibatkan TNI Angkatan Darat bersama masyarakat. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.

Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan akses transportasi yang sebelumnya terhambat dapat segera teratasi. Mobilitas masyarakat pun diharapkan menjadi lebih lancar, sehingga roda perekonomian dapat kembali bergerak secara optimal dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Tni

Babinsa KBJ Pantau Harga Sembako di Pasar Tradisional

Tni

Babinsa Lhoknga Latih Pengurusan Jenazah Siswa SMA Fajar Hidayah

Tni

Sambut HUT ke – 80 TNI, Kodam Iskandar Muda gelar Karya Bakti

Tni

Jembatan Bailey Karang Rejo Bener Meriah Resmi Difungsikan

Tni

Lima orang Siswa SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh Lulus Caba dan Cata TNI AD

Tni

Progres Jembatan Bailey Lukup Sabun Barat Capai 20 Persen

Berita

Pangdam IM Dorong Ketahanan Pangan Terpadu, Sambut Baik Sinergi Strategis dengan Bappeda Aceh

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Sambut Kunjungan Kerja Pangdam IX/Udayana di Puncak Jaya