Home / Ekbis

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:31 WIB

BSI Aceh Gelar Media Gathering Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh

REDAKSI

RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan (tengah), berdiskusi bersama Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin (kiri), dan Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando (kanan), dalam acara Media Gathering di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).

RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan (tengah), berdiskusi bersama Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin (kiri), dan Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando (kanan), dalam acara Media Gathering di Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).

Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh”. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, diskusi, sekaligus penguatan kolaborasi antara BSI Regional Aceh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta media massa dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh (13/05-2026)

Kegiatan dibuka dengan welcoming speech oleh RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perbankan syariah kini memiliki posisi yang semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah.

Imsak menjelaskan, secara nasional BSI dengan dual licence sebagai bank syariah dan bank emas berhasil mencatat pertumbuhan customer base yang signifikan pada Kuartal I 2026. Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI telah bertambah sebanyak 9,26 juta nasabah. Khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Induk Lambaro

“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.

Dari sisi pembiayaan, BSI juga mencatat pertumbuhan double digit sebesar 14,39 persen (YoY) menjadi Rp329 triliun. Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen, sementara NPF nett berada pada level 0,38 persen.

Pertumbuhan DPK tersebut turut mendorong total aset BSI per Maret 2026 meningkat menjadi Rp460,1 triliun. Capaian ini mengantarkan BSI masuk dalam jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada 23 Januari 2026.

“Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” tambahnya.

Untuk kinerja regional, Imsak menyebutkan bahwa BSI Regional Aceh juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh pada Triwulan I 2026 tumbuh 17,49 persen (YoY) menjadi Rp21 triliun.

Baca Juga :  Pengurus PWI Nagan Raya Silaturahmi ke Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Jeuram

Sementara dari sisi pembiayaan, BSI Aceh tumbuh 11,15 persen (YoY) menjadi Rp25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.

Untuk aset BSI Regional Aceh juga tumbuh signifikan per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp26,4 triliun atau meningkat sebesar Rp2,7 triliun (11,36 persen secara year on year).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Media Gathering yang dinilai menjadi wadah penting dalam mempererat hubungan dan memperkuat sinergi antara BSI dan media massa di Aceh.

“Kami mengapresiasi hubungan dan kerja sama yang selama ini terjalin sangat baik antara BSI dan media di Aceh. Kolaborasi ini penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando, menegaskan bahwa perbankan syariah memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh. Menurutnya, penguatan sektor jasa keuangan syariah akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA),Desak Pemerintah Pusat Percepat Alih Kelola Migas Aceh

Kegiatan ini juga menghadirkan dua pemateri, yakni Wakil Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., serta Manager Madya OJK Aceh, Ferdinan Daular.

Dalam pemaparannya, Prof. Hafas Furqani menjelaskan peran strategis KDEKS dalam mendorong percepatan pengembangan ekonomi syariah di Aceh melalui penguatan ekosistem halal, pengembangan industri keuangan syariah, serta peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Sedangkan Ferdinan Daular memaparkan kontribusi industri perbankan syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, termasuk dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta peningkatan inklusi dan literasi keuangan syariah di daerah.

Melalui kegiatan Media Gathering ini, BSI Aceh berharap sinergi antara industri perbankan syariah, regulator, akademisi, dan media dapat terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekbis

Bahlil Konfirmasi Impor Minyak Mentah dari AS Mulai Berjalan, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

Ekbis

Harga Emas di Lhokseumawe Naik Rp 51.000 Per Mayam, Transaksi Didominasi Warga yang Menjual

Ekbis

M. Hendra Supardi Jadi Plt. Direktur Utama Bank Aceh

Aceh Besar

Kelola Limbah Kelapa di Pesisir Pantai, Kolaborasi PT Solusi Bangun Andalas dan Bank Sampah Generasi Milenial Raih Subroto Award 2025

Daerah

DPMG Aceh Dorong BUMG Optimalkan Dana Desa Capai Swasembada Pangan

Ekbis

Ketua Dekranasda Aceh Buka Pelatihan Personal dan Bisnis Branding bagi UMKM

Ekbis

PT PCI dan PT MCC15 Siap Bangun Fasilitas Tambang, Gubernur Aceh Saksikan Tandatangan Kerjasama

Ekbis

Wakil Wali Kota Banda Aceh Tutup BSI Fest Ramadhan, Dorong Penguatan Ekonomi Syariah dan UMKM