Banda Aceh — Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melaksanakan Kuliah Umum Peran Dunia Usaha dan Praktisi Kebencanaan dalam Pemberdayaan Masyarakat di Aula FDK UIN Ar-Raniry pada Rabu, 13/5/2026.
Dekan FDK UIN Ar-Raniry yang di wakili oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswa dan Kerjasama Dr. Sabirin mengatakan bahwa kuliah umum ini merupakan kegiatan yang sangat produktif, memiliki nilai lebih dan diperlukan untuk menambah skills mahasiswa dengan kemampuan dasar yang seperti ini sangat dibutuhkan ketika mahasiswa menjadi sarjana, keahlian praktisi seperti ini kadang tidak bisa diwakili oleh akademisi karena para praktisi biasanya telah kenyang pengalaman dengan berbagai hal di lapangan dan juga sudah ada keahlian khusus kadangkala tidak dimiliki oleh akademisi. Praktisi merupakan ujung tombak dalam menerapkan konsep teori akademis menjadi aksi nyata di lapangan, pungkasnya.
Ketua Prodi PMI Dr. Rasyidah mengatakan bahwa pemuda itu sebagai agent of change, serta berilmu pengetahuan supaya dapat membawa kebaikan, sesuai dengan judul kita hari terdapat dua hal pokok penting yang saling berkaitan satu sama lain; kebencanaan dan pemberdayaan. Sepanjang tahun 2025 ada sekitar 387 bencana yang terjadi di Aceh menurut berbagai media yang terpublikasi jika dirata-ratakan lebih dari satu bencana perharinya. Hal ini menunjukkan bahwa bencana adalah persoalan yang urgen di Aceh oleh karena pentingnya memiliki SDM yang memadai, pemuda, masyarakat dan semua pihak harus mengerti dan siaga terhadap bencana.
Dr. Rasyidah menambahkan qadarullah banyak jenis bencana terjadi di Aceh, nama tsunami kita kenal tahun 2004, Ie beuna (Bahasa Aceh), Smong (Simeulue), tahun 2025 akhir kita kenal lagi bencana hidrometeorologi kita tidak mengharapkan mengenal dengan istilah-istilah lainnya tetapi faktanya bahwa Aceh rentan dengan bencana. Oleh karena itu untuk membekali kita itu penting bagaimana dan seperti apa Pengembangan Masyarakat itu bisa berkoneksi dan berkontribusi untuk pemberdayaan masyarakat dalam situasi bencana kemudian juga peran dunia usaha terkoneksi dengan baik dengan post Resource responsibility (tanggung jawab sumber daya) adalah merespon bagaimana kemudian dunia industri itu bisa berkontribusi bagi masyarakat dalam banyak situasi, pungkasnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi PMI Rizki Muliyawarman mengatakan bahwa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam kita harus hadir di tengah masyarakat untuk dapat menyuarakan suara rakyat agar terdengar oleh pemerintah, kuliah umum hari ini sebagai bagian dari kita untuk berkontribusi bagi masyarakat sebagai fasilisator, kita mulai melakukan langkah kecil menuju perubahan besar, pungkasnya.
Pemateri kuliah umum ini terdiri dari dua narasumber utama, yaitu; Tengku Kaddafi Al-Munir (Kct Group Head CEC PT. Mifa Bersaudara) hadir melalui aplikasi zoom meeting dan Jamaluddin (Kasatgas Linmas Kabupaten Pidie). Hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Prodi PMI, Operator Prodi PMI, Dosen Prodi PMI, Mahasiswa Prodi PMI kegiatanya berlangsung hangat, diskusi dan tanya jawab, kemudian ditutup dengan acara photo bersama. [ ]
Editor: Redaksi









