Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Sosial Kota Banda Aceh bergerak cepat menangani warga terdampak bencana angin kencang dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Penanganan darurat dilakukan melalui asesmen lapangan, pendataan korban, hingga penyaluran bantuan masa panik kepada masyarakat yang terdampak.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang dilaporkan melanda sejumlah kawasan di Kota Banda Aceh pada Jumat, 15 Mei 2026. Dua wilayah yang mengalami dampak cukup serius yakni Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, dan Gampong Ulee Pata, Kecamatan Jaya Baru. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga, terutama pada bagian atap bangunan yang diterbangkan angin kencang.
Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah adalah milik Ibrahim Hasyim di Gampong Alue Naga. Seluruh bagian atap rumah korban dilaporkan terlepas akibat terjangan angin, sehingga rumah tersebut tidak lagi aman untuk ditempati sementara waktu.
Akibat kejadian itu, Ibrahim Hasyim bersama lima anggota keluarganya harus menghadapi kondisi darurat dan membutuhkan bantuan segera. Warga sekitar juga turut membantu melakukan evakuasi barang-barang milik korban agar tidak semakin rusak akibat hujan dan cuaca yang masih tidak menentu.
Menanggapi musibah tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh langsung menurunkan petugas dari Dinas Sosial untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian. Pendataan dilakukan guna memastikan kondisi korban sekaligus menentukan bentuk bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah, bantuan masa panik diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar bagi korban, seperti bahan pangan, perlengkapan tidur, serta kebutuhan darurat lainnya.
Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Sukmawati, mengatakan pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan adanya warga terdampak bencana. Menurutnya, langkah cepat dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat yang terkena musibah dapat segera terpenuhi.
“Kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan memastikan kondisi warga terdampak. Bantuan masa panik segera kami salurkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujar Sukmawati.
Ia menambahkan, Dinas Sosial Kota Banda Aceh terus berkoordinasi dengan aparatur gampong, pihak kecamatan, serta instansi terkait dalam penanganan dampak bencana yang terjadi di sejumlah wilayah kota.
“Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen memberikan pelayanan dan penanganan cepat kepada masyarakat terdampak bencana. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi situasi sulit akibat bencana alam maupun musibah lainnya. Respons cepat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Dalam beberapa waktu terakhir, intensitas hujan disertai angin kencang memang kerap terjadi di sejumlah wilayah Aceh, termasuk Kota Banda Aceh. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan akan terus melakukan langkah-langkah responsif dan siaga bencana guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan, sekaligus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan secara cepat serta tepat sasaran. (ADV)
Editor: Redaksi









