Padang – Civitas akademika Universitas Andalas (Unand) Padang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di kawasan Hutan Biologi Unand, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Kamis (28/5/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban diketahui berinisial R (21) atau akrab disapa Romi, yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga kebersihan (cleaning service) di Fakultas Kedokteran (FK) Unand. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung pada seutas tali di sebuah pohon karet.
Kronologi Penemuan
Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan pihak keluarga.
Sebelum insiden terjadi, korban sempat menghubungi kakak kandungnya yang berada di Medan. Merasa ada yang tidak beres, pihak keluarga yang berada di Padang kemudian meminta bantuan seorang warga bernama Ijan untuk mengecek keberadaan korban ke area Hutan Biologi Unand sesuai dengan petunjuk yang didapatkan.
Saat menyisir lokasi, saksi melihat sepeda motor milik korban terparkir di pinggir jalan. Tak jauh dari sana, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon karet. Saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan (security) kampus dan diteruskan ke Polsek Pauh.
Penyelidikan Polisi
Mendapat laporan, petugas piket Polsek Pauh bersama Tim Identifikasi Polresta Padang langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.00 WIB guna pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kuat bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri.
”Dugaan sementara kami, korban melakukan bunuh diri karena tidak ditemukan adanya bukti atau tanda-tanda penganiayaan di sekujur tubuh korban,” ujar AKP Edi Harto kepada media, Kamis (28/5/2026). Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik tindakan nekat pemuda asal Limau Manis tersebut.
Respons Pihak Kampus
Secara terpisah, Humas Universitas Andalas, Hary Efendi, membenarkan status korban sebagai pekerja di lingkungan Unand.
”Kami baru dapat informasi awal dan saat ini sedang menindaklanjuti. Nanti akan kami informasikan lagi hal-hal lebih lanjut bersangkutan dengan kejadian ini,” ungkap Hary singkat.
Peristiwa ini sempat membuat heboh warga kampus dan beredar cepat di media sosial. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan penuh oleh pihak kepolisian sektor Pauh dan Polresta Padang.
Editor: Redaksi










