Banda Aceh – (BNPB) mengingatkan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Aceh seiring meningkatnya suhu udara yang disertai embusan angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengonfirmasi, berdasarkan laporan yang dihimpun hingga Minggu, 31 Mei 2026, eskalasi titik api terbesar saat ini terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya. Luasan lahan terbakar sementara di daerah tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 17 hektare.
Kondisi cuaca panas yang terjadi secara berkelanjutan, ditambah dengan angin kencang, dinilai menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api, khususnya pada lahan gambut dan semak belukar yang kering.
BNPB menyebutkan, upaya pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD setempat, TNI, Polri, serta unsur relawan. Selain pemadaman darat, pemantauan titik panas juga diperkuat melalui sistem pemantauan satelit untuk memastikan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran baru.
Sementara itu, meskipun tidak menjadi wilayah terdampak langsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh menyatakan tetap dalam status siaga guna mendukung upaya penanganan karhutla di tingkat provinsi.
Kepala BPBD Kota Banda Aceh Cut Ahmad Putra menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan logistik dan operasional apabila dibutuhkan untuk membantu daerah terdampak seperti Aceh Barat dan Nagan Raya.
“Walaupun wilayah Kota Banda Aceh tidak terdapat titik api signifikan, kami tetap siaga penuh. BPBD Banda Aceh siap memberikan dukungan logistik, personel, maupun peralatan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah kabupaten/kota yang terdampak,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang sangat rentan memicu kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca saat ini sangat kering dan berangin, sehingga api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla,” tambahnya.
BPBD Kota Banda Aceh juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta BPBD di kabupaten/kota lain untuk memastikan kesiapsiagaan dan respons cepat apabila terjadi eskalasi kebakaran.
BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat patroli pencegahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna meminimalkan dampak kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan akibat asap. (ADV)
Editor: Redaksi









