Home / Ekonomi

Senin, 29 Juni 2026 - 11:59 WIB

BSI Apresiasi Penempatan SAL, Perkuat Pembiayaan Produktif untuk Dorong Ekonomi Rakyat

REDAKSI

Suasana aktivitas pelayanan nasabah di salah satu kantor cabang BSI. Hingga April 2026, BSI berhasil mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun (naik 17,90% YoY) dan pembiayaan yang tumbuh hingga Rp332 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga sehat. (Foto: Dok. BSI)

Suasana aktivitas pelayanan nasabah di salah satu kantor cabang BSI. Hingga April 2026, BSI berhasil mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun (naik 17,90% YoY) dan pembiayaan yang tumbuh hingga Rp332 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga sehat. (Foto: Dok. BSI)

Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan (29/6/2026) . Kebijakan ini memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas pembiayaan kepada sektor produktif semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi yang erat antara pemerintah dan industri perbankan. Pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat.

“Di sinilah kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting, yakni menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta pembangunan nasional,” ujar Anggoro.

Baca Juga :  Enam Tahun Terakhir, Angka Pernikahan di Aceh Terus Menurun

Sebagai bagian dari Himbara, kata Anggoro, BSI siap berkontribusi mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI. Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Anggoro. Menurutnya, penempatan SAL juga membantu menurunkan biaya dana (cost of fund), sehingga bank memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif. Dampaknya, masyarakat dan UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau sehingga aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh.

Baca Juga :  Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk sebagai PJS Direktur Utama BEI

Di tengah dukungan tersebut, BSI tetap menjaga fundamental pendanaan melalui penguatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan Islamic ecosystem, dan akselerasi layanan digital. Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, serta memperkuat pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas sebagai bank syariah pertama yang memiliki izin bullion.

Hingga April 2026, BSI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun atau tumbuh 17,90% (year on year), dengan tabungan meningkat 22,02% menjadi Rp165 triliun sehingga rasio CASA mencapai 63,48%. Sementara itu, pembiayaan tumbuh 15,59% menjadi Rp332 triliun dengan kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio NPF grossyang membaik menjadi 1,80%.

Baca Juga :  Mualem Jajaki Kerja Sama Pengembangan Peternakan dan Pertanian dengan Australia

Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI juga terus mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan UMKM, KUR, koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, hingga pembiayaan rumah bersubsidi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Emas Perhiasan Naik Tipis, Ini Update Terbaru Hari Ini

Ekonomi

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, Mahasiswa Banda Aceh Ikuti LIKE IT 2026

Ekonomi

UIN Ar-Raniry Usulkan Tambah Kuota dan Biaya Hidup KIP Kuliah ke Bappenas

Ekonomi

Gelar Produk IKM di ICE 2026 Medan, Banda Aceh Targetkan Perluasan Pasar Nasional

Ekonomi

BI Perkuat Kredit Pangan, Jaga Harga Stabil Jelang Idulfitri

Ekonomi

FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Aceh

Anggota DPR RI HT Ibrahim Tinjau PT SBA dan Desak Segera Atasi Kelangkaan Semen di Aceh

Ekonomi

ICMI Aceh Salurkan Bantuan Ramadhan di Pidie Jaya