Takengon — Akses transportasi yang menghubungkan Takengon dengan Kecamatan Bintang sempat lumpuh total akibat longsor susulan yang menutup badan jalan di Dusun Lelabu, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Peristiwa yang dipicu oleh hujan deras selama beberapa hari terakhir ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas dari kedua arah.
Merespons situasi darurat tersebut, personel Polsek Kebayakan segera bersiaga penuh mengamankan dan mengatur arus kendaraan di ruas Jalan Takengon–Bintang pada Senin (29/6/2026).
Langkah taktis langsung diambil kepolisian yang bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah. Dengan mengerahkan satu unit alat berat, tim gabungan bergerak cepat membersihkan jalur dari kepungan material tanah dan bebatuan yang sempat memutus urat nadi perekonomian warga tersebut.
Berkat kerja keras lintas instansi, tumpukan material longsor akhirnya berhasil disingkirkan dan akses jalan kini kembali dapat dilalui. Kendati jalur sudah terbuka, pihak kepolisian tidak mau ambil risiko. Petugas tetap ditempatkan secara bergantian di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas yang sempat mengular, sekaligus mengawasi kondisi tebing guna mengantisipasi pergerakan tanah susulan.
Kapolsek Kebayakan, AKP Akhir Haksa, menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan nyata untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas.
“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Kami tetap berada di lokasi untuk mengatur perlintasan, memberikan rasa aman, serta mengingatkan pengendara agar tetap waspada dan mematuhi arahan petugas,” ujarnya.
AKP Akhir Haksa menambahkan, koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait terus dijaga seketat mungkin sebagai langkah mitigasi dini. Hal ini berkaca pada kondisi cuaca di wilayah Aceh Tengah yang saat ini masih sering diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Seiring dengan tingginya curah hujan, pihak kepolisian juga mengimbau keras masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum bepergian, terutama ketika harus melintasi jalur pegunungan yang rawan tanah longsor. Pengendara disarankan untuk mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman antar-kendaraan, dan segera mencari tempat perlindungan yang aman jika di tengah perjalanan turun hujan lebat.
Kini, dengan pulihnya akses jalan di Dusun Lelabu, aktivitas harian warga serta jalur distribusi logistik di lintasan tersebut diharapkan dapat kembali berjalan normal. Meski demikian, para pengguna jalan diingatkan agar tidak kendur dalam meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih mengintai dan bisa terjadi kapan saja.
Editor: Redaksi









